MAMASA, BKM — Jalan beton di poros Sumarorong ke Mamasa, tepatnya di Dusun Bussu, Desa Kanan, Kecamatan Tandukkalua terancam ambruk. Proyek ini dikerjakan PT Pasokkorang, perusahaan kontraktor yang punya nama besar di Sulbar. Meski biaya pembangunannya mencapai puluhan miliar rupiah, namun hasilnya sangat jauh dari harapan masyarakat.
Betapa tidak, saat jalan dibuat pihak kontraktor mendudukkan mendudukkan campuran beton di atas tanah hasil galian. Sehingga saat hujan turun, hasil galian tersebut terkikis air. Akibatnya badan jalan atau beton tergantung dan membuat rongga. Hal ini tentu saja sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Apalagi kendaraan yang bermuatan hingga puluhan ton.
”Apalagi kalau pengendara melalui jalur ini pada malam hari. Mereka harus berhati-hati. Takutnya badan jalan runtuh ke bawah. Sebab, pada di bagian bawah jalan beton ini sudah berongga dan tidak ada lapisan tanahnya,” kata Esra, tokoh muda asal Mamasa, saat ditemui BKM di Mamuju akhir pekan lalu.
Esra juga menyampaikan terimakasih kepada pihak kontraktor yang mengerjakan jalan poros tersebut. Sebab, sudah puluhan tahun masyarakat Mamasa mendambakan jalan yang layak. ”Namun kami juga sangat prihatin. Sebab, kontraktor yang mengerjakannya asal jadi. Sehingga hasilnya bisa kita lihat seperti sekarang. Hendaknya pihak kontraktor bertanggungjawab untuk membenahi pekerjaannya. Apalagi, anggarannya besar. Kami masyarakat kecil merasakan dampaknya. Untuk itu, kami mengharapkan kepada pihak penegak hukum memanggil pihak perusahaan kontraktor yang mengerjakan jalan ini untuk dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.
Sementara itu, Drs H Sudirman, anggota DPRD Sulbar, juga mengaku sangat prihatin dengan kondisi jalan beton di poros Mamasa yang dikerjakan asal jadi. Legislator Sulbar asal daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Mamasa ini, menegaskan, pihaknya tidak mau Mamasa hanya dijadikan para kontraktor nakal meraup keuntungan. Sementara pekerjaannya tidak benar dan asal-asalan.
”Bayangkan, anggaran yang diplot untuk proyek ini tidak sedikit. Jumlahnya mencapai puluhan miliar rupiah. Sementara pekerjaannya di lapangan hancur. Saya berharap aparat penegak hukum bisa segera bertindak. Gambar dan foto yang disuguhkan rekan media merupakan bukti awal memanggil kontraktornya untuk didengar keterangannya, kenapa pekerjaannya bisa sampai seperti ini. Jangan karena Kabupaten Mamasa ini terpencil sehingga pihak kontraktor seenaknya mengerjakan proyek. Kontraktor harus bertanggungjawab,” tegas Sudirman, ketika dihubungi BKM via telepon selulernya, kemarin. (dar/mir/b)
Jalan Beton di Mamasa Terancam Ambruk

BKM/DARMAN ARDI BERONGGA -- Meski baru digunakan beberapa bulan, namun jalan beton di poros Sumarorong ke Mamasa sudah rusak parah. Pada bagian bawahnya berongga. Jalan beton itu pun tampak tergantung. Sehingga sangat membahayakan ketika ada kendaraan berukuran besar melintas di atasnya.