MAKASSAR, BKM — Pemerintah Pusat (PP) mengelontarkan dana sebesar Rp1,5 triliun untuk menggenjot usaha kreatif. Dana tersebut rencananya akan dicairkan tahun depan.
Dana itu sebagai salah satu jawaban pemerintah dalam membantu masyarakat memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau yang dikenal dengan Asean Economic Community.
Apalagi, kesuksesan masyarakat Indonesia dalam dalam persaingan di MEA terlihat pada perputaran ekonomi di Indonesia yang dipengaruhi usaha ekonomi kecil dan kreatif masyarakat.
Hal ini terkuak dalam dialog nasional ekonomi dengan tema “Perlindungan Hukum Terhadap Ekonomi Kreatif dalam Menyonsong Aesen Economic Community” yang digelar di Gedung bersama Balai Bahagia STIE YPUP, Senin (30/11).
Pemateri diskusi yang juga anggota DPR-RI asal partai Persatuan Pembangunan (PPP), Amir uskara, mengatakan, bahwa pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 triliun patut direspon.”Saya dengar seperti itu. Dan kita patut dukung bersama,” ujar Amir Uskara.
Amir menambahkan, saat ini dewan di Senayan tengah mempersiapkan regulasi terkait aturan tentang modal usaha untuk masyarakat kecil.”Kita sementara kaji keinginan masyarakat, baru kita buatkan aturan,” sambungnya.
Menanggapi hal itu, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (STIE YPUP), Haikal, mengaku, siap menghadapi MEA. Bentuk kesiapan yang dimaksud Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE-YPUP ini, yakni dengan mempersiapkan usaha kreatif berbasis kampus.”Kami ingin membentuk usaha kreatif di kampus seperti percetakan dan kuliner,” ujar Haikal.(man/war/c)