Site icon Berita Kota Makassar

Pelajar Tewas Tertabrak, Sopir dan Truknya Kabur

SENGKANG, BKM — Kecelakaan maut akibat truk kembali terjadi. Kali ini di jalan poros Sengkang-Tancung, kilometer 12-13, tepatnya depan SDN 214 Baru Tancung, Kelurahan Baru Tancung, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo.
Peristiwa nahas yang berlangsung Senin (30/11) sekitar pukul 10.30 Wita, menelan korban jiwa seorang pelajar. Ia tewas setelah terlindas mobil truk yang melaju dari arah yang sama.
Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, kemarin menyebutkan, kecelakaan berawal ketika sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi DP 3482 CR yang dikendarai Arjun Fernanda (15) berboncengan dengan Nandar (15) , bergerak dari Utara ke Selatan. Tiba-tiba saja motor tersebut ditabrak sebuah mobil truk Toyota Dyna DP 8609 B yang dikemudikan Tamrin (21), warga Sabbangparu Wajo.
Akibatnya, Arjun langsung tewas di tempat dengan luka retak pada kepala, pendarahan pada telinga kiri dan hidung, lecet kelopak mata kiri, patah pada gigi, lecet lutut dan tangan.
Sementara rekannya Nandar (15) terpaksa dilarikan ke RSUD Lamaddukkelleng Sengkang, karena mengalami luka robek pada telinga kiri, lecet pada tangan kanan, dan nyeri pada dada.
Setelah menabrak korban, sopir dan truknya langsung melarikan diri. Namun polisi sudah mengantongi nama serta ciri-ciri truk pelaku tabrak lari.
”Sopirnya bernama Tamrin, warga Sabbangparu,” kata Kasat Lantas Polres Wajo AKP Abd Azis, kemarin.
Terkait kasus lakalantas di wilayah hukumnya, Azis menjelaskan, bahwa ada beberapa faktor penyebabnya. Seperti pengedara mengantuk, jalan rusak dan kelalaian pengendara itu sendiri.
“Kabupaten Wajo berada di tengah lintasan trans Sulawesi arah Makassar diperkirakan 5 sampai 6 jam. Begitu juga ke Luwu. Sehingga ketika pengendara sampai di Wajo sudah ada yang lelah dan mengatuk. Disitulah saat-saat yang membahayakan,” jelasnya.
Jalan sempit dan bergelombang serta pengendara yang ugal-ugalan, juga menjadi faktor penyebab lakalantas di daerah ini.
Untuk menekan angka lakalantas, Satlantas Polres Wajo melakukan upaya dengan memperbanyak patroli, memasang spanduk imbauan hati-hati di jalan sempit, sosialisasi di sekolah dan kampus.
“Kami juga memanfaatkan TV lokal, masjid, radio dan akun sosial untuk soialisasi keselamatan berkendara,“ katanya.
Selain itu, Satlantas juga membentuk forum penyelamatan berlalulintas yang anggotaya terdiri dari Dinas PU, Dinas Perhubungan, Orari, LSM, wartawan, masyarakat dan sejumlah instansi lainnya.
Anggota LBH Bhakti Keadilan Arizal, berharap apa yang dilakukan Satlantas Polres Wajo dapat diterima dan dipatuhi masyarakat, agar kecelakaan lalulintas dapat diminimalisir. (ilo/rus/b)

Exit mobile version