MAKASSAR, BKM– Bukannya memberikan contoh yang baik sebagai wakil rakyat, sejumlah anggota dewan Kota Makassar, malah telat bahkan tidak hadir dalam rapat paripurna yang mengagendakan mendengar penjelasan Wali Kota Makassar atas Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Pokok 2016, Senin (30/11).
Padahal, agenda rapat tersebut untuk kepentingan masyarakat dalam satu tahunnya, baik pembenahan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat lainnya.
Dari pantauan BKM, rapat paripurna ini, terkesan tidak serius, karena sejumlah kursi anggota dewan kosong. selain itu, terdapat wakil rakyat yang telat menghadiri rapat.
Parahnya, selama rapat, para anggota dan kepala SKPD yang hadir, justru ada yang terlihat ngobrol dengan yang lainnya dan nampak tak menghiraukan penjelasan dari wali kota. Padahal itu merupakan hal penting karena menyangkut kepentingan rakyat.
Sejumlah anggota dewan yang telat hadir, yakni Rahman Pina, Muhammad said, Amar Bustanul, dan Mudzakkir Ali Djamil. Sedangkan anggota dewan yang tidak menghadiri rapat berjumlah sembilan orang.
Ketua DPRD Kota Makassar, Farouk M Betta menuturkan, anggota dewan yang tidak hadir mengikuti rapat paripurna akan dimintai penjelasannya, terkecuali jika mereka sebelumnya sudah meminta izin.”Anggota dewan yang tidak hadir rapat pasti punya alasan, tapi nanntilah kita minta konfirmasi mereka,” tegas Aru sapaannya.
Diketahui dalam rapat paripurna, kemarin, bukan hanya mendengar penjelasan Wali Kota Makassar atas RAPBD Pokok 2016, tetapi juga mendengar penjelasan pimpinan Pansus atas dua Ranperda prakarsa DPRD terkait Pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup dan Tanggungbjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan.(ita/war/c)