Site icon Berita Kota Makassar

Anak Gantung Diri, Ibu Histeris

MAKASSAR, BKM — Hijrawati tak kuasa saat melihat anaknya, Fahrul (20) tewas dengan cara gantung diri di kamar lantai dua rumahnya, Jalan Muh Jufri Lorong I C Nomor 4, Kelurahan Rappojawa, Senin (30/11) sekira pukul 15.30 Wita.
Tak henti-hentinya, Hijrawati menangis histeris saat mayat sang anak dievakuasi dari tali yang menggantung leher anaknya.
Hijrawati tak habis pikir, mengapa anak laki-lakinya itu memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Padahal, sebelumnya, Hijrawati masih melihat anaknya sedang santi duduk mengobrol dengan tetangganya di lorong dekat rumahnya.
“Sempatji saya lihat korban satu jam sebelum saya temukan gantung diri di dalam kamarnya. Anak saya saat itu duduk ji di lorong sambil ngobrol dengan tetangga. Tak lama saya tinggalkan, saya langsung ke lantai dua. Tiba-tiba saya sudah melihat anak saya gantung diri,” beber Hijrawati berurai air mata.
Teriakan Hijrawati saat itu sempat mengundang perhatian tetangga. Beberpa tetangga langsung menghampiri Hijrawati yang saat itu berada di lantai dua rumahnya.
Dua tetangganya, Wawan dan Iwan yang ikut menyaksikan pemandangan mengerikan tersebut kemudian berusaha mengevakuasi Fahrul dari jeratan tali dilehernya.
“Anak saya diturunkan dari tali gantungan, kemudian lansung dibawa ke RS Ujung Pandang Baru. Kemudian dirujuk ke RS Ibnu Sina Makasaar. Tapi pihak rumah sakit bilang kalau anak saya sudah meninggal dunia,” katanya.
Terkait penyebab kematian anaknya, Hijrawati mengaku kalau Fahrul memang memiliki latar belakang penyakit ganguan jiwa. Hijra tak menampik, kalau putranya itu sebelumnya sudah sering melakukan percobaan bunuh diri.
“Baru kali ini perhatian saya lepas. Memang sebelumnya Fahrul sering begitu. Kami selalu awasi. Fahrul memang punya penyakit jiwa,” katanya.
Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Tallo saat menerima informasi lansung melakukan olah TKP dan mengambil keterangan saksi-saksi.
Kapolsek Tallo, AKP Henki Ismanto mengatakan jika pihak keluarga menolak melakukan autopsi terhadap Fahrul. Pihaknya kemudian mengajukan surat pernyataan penolakan autopsi serta kesimpulan atas penyebab tewasnya Fahrul.
“Informasi soal gangguan jiwa yang dialami almarhum kami dapat dari ibunya sendiri. Hasil pemeriksaan jenazah juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Alhamrhum untuk semnetara meninggal karena gantung diri,” jelas Henki. (ish-ril/c)

Exit mobile version