JENEPONTO, BKM — Isu tak sedap berhembus pada tahapan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Jeneponto.
Sejumlah tim sukses bakal calon kepala desa (bacakdes) menggelar aksi unjuk rasa lantaran tidak diloloaskan dalam tes tertulis dan wawancara/pidato. Bahkan mereka menuding proses Pilkades syarat dengan politik uang.
Yusran, salaku koordinator aksi sekaligus perwakilan dari bacakdes di Desa Barana, mensinyalir upaya suap yang dilakukan bacakdes tertentu kepada pihak panitia di tahapan tes tertulis, wawancara dan pidato.
Adapun nilai uang yang diduga diberikan kepada panitia berkisar Rp2 juta sampai Rp5 juta. Yusran mengaku akan segera mengumpulkan alat bukti atas indikasi kecurangan yang diributinya itu.
“Kami protes karena yang dimenangkan yang diduga membayar ke pantia. Nilainya yang kami dengar mulai Rp2 juta sampai Rp5 juta per balonkades. Makanya kami akan kumpulkan bukti kecurangan itu untuk kami gugat ke PTUN,” tegas Yusran dalam orasinya saat berunjuk rasa di kantor DPRD Jeneponto, Selasa (1/11).
Diketahui pada proses ini panitia meloloskan 154 orang dari 170 orang cakdes. Mereka yang dinyatakan lolos selanjutnya akan mengikuti tahapan pengambilan nomor urut. Sementara 16 bacakdes yang dinyatakan gugur bersatu untuk melayangkan gugatan ke PTUN. Pilkades Jeneponto rencananya akan digelar serentak di 43 desa pada 8 Desember 2015 nanti.
Menaggapi tudingan suap, Ketua Panitia Pilkades Kabupaten Jeneponto, Muh Jafar Karaeng Siama menilai protes yang disuarakan para pendukung bakcakdes adalah hak setiap warga negara.
Meski demikian, Jafar mengaku jika aksi protes ntidak akan mengganggu jalannya tahapan Pilkades. Adapun keputusan yang telah diambil pihaknya, kata Jafar, telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Mereka punya hak untuk protes. Tapi kita tetap pada keputusan yang sudah kita ambil. Karena kami meyakini jika mereka yang lolos telah memenuhi kriteria untuk menjadi cakdes,” tegas Jafar.
Jafar juga membantah tudingan bahwa dirinya telah menerima sejumlah uang untuk meloloskan sejumlah bakcakdes tertentu. Jafar bahkan menantang para bakcakdes untuk menunjukkan bukti atas tudingan tersebut.
“Tolong tunjukkan bacakdes siapa yang saya mintai uang. Saya manusia biasa bukan malaikat. Tapi saya tidak mau menerima uang yang tidak seberapa dengan jabatan saya yang seksi ini,” tegasnya.
Jafar menambahkan bahwa tudingan itu telah ia koordinasikan dengan bupati. Kepada bupati, Jafar menyampaikan untuk tidak cepat menyimpulkan masalah tersebut, sebelum ada bukti kuat.
“Saya sudah bilang ke pak bupati, jangan percaya tudingan itu, karena itu adalah gossip saja dari orang yang kecewa,” tutup Jafar. (krk-ril/c)
Panitia Pilkades Dituding Terima Suap

Panitia Pilkades Dituding Terima Suap