GOWA, BKM — Hingga kini pencairan dana desa untuk Kabupaten Gowa sebesar Rp7 miliar belum juga cair dari pemerintah pusat. Akibatnya 121 kepala desa di Gowa mengeluh karena tak bisa menjalankan kegiatan programnya dengan optimal.
Terkait mengeluhnya para kepala desa ini dibenarkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Gowa, Muh Asrul. Asrul menilai wajar jika keterlambatan pencairan dana desa tahap ketiga itu dikeluhkan para kepala desa.
“Memang seharusnya dana desa tahap ketiga ini sudah cair awal Nopember lalu, namun hingga awal Desember tiba pihak Kementrian Keuangan belum juga mengucurkannya,” kata Asrul di Sungguminasa, Selasa (1/12) kemarin.
Asrul mengatakan, jumlah anggaran dana desa untuk tahap ketiga yang belum cair masih sekitar Rp7 miliar. Kabupaten Gowa sendiri menerima dana desa total Rp 35 miliar untuk 121 desa.
Akibat keterlambatan pencairan ini, proses pencairan dana tahap ketiga ke seluruh desa menjadi tertunda. Para kepala desa juga mengeluhkan penundaan pembayaran kegiatan yang ada di desa akibat keterlambatan ini. Terpaksa ada beberapa kepala desa terpaksa mengutang dulu untuk membiayai operasional kegiatannya.
Namun, Asrul mengaku jika keterlambatan pencairan dana tahap ketiga ini tidak sampai mengganggu jalannya proyek pembangunan yang dilakukan di tingkat desa. Apalagi para kepala desa telah melaporkan penggunaan dananya hingga tahap kedua.
“Dari laporan yang kami terima, pertumbuhan desa cukup signifikan dengan adanya dana ini. Masyarakat juga menikmati manfaatnya. Para kepala desa juga tidak mengalami kendala dalam mengelola dana tersebut sebab mereka didampingi tenaga pendamping profesional, pendamping desa dan pendamping lokal,” kata Asrul. (sar-ril/c)