GOWA, BKM — Pelaksana tugas (Plt) Bupati Gowa, Sidik Salam, meminta kepada warga korban Puting Beliung di Kelurahan Tamarunang, Samata dan Romangpolong untuk bersabar. Sidik berjanji jika pihaknya akan segera menurunkan bantuan melalui dinas terkait.
“Kami minta warga korban angin kencang bersabar. Pemkab Gowa akan tetap memperhatikan para korban melalui instansi yang menanganinya,” ujar Sidik Salam, saat ditemui di rumah jabatannya di Jalan Beringin, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Selasa (1/12).
Seperti dilansir sebelumnya, Pemkab Gowa melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi (Sosnakertrans) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa mencatat 20 unit rumah rusak diterpa Puting Beliung, Minggu (29/11) lalu.
Sidik juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana alam dimusim pengujan seperti saat ini. Sidik juga mengintruksikan seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk tetap proaktif mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, bukan hanya terhadap cuaca ekstrim saat ini, terhadap angin kencang, longsor, banjir tapi juga terhadap kebakaran.
Menurut Sidik, saat kemarau berlangsung, masyarakat sangat merasakan kekeringan. Dan kekeringan itu sangat rentang menimbulkan kebakaran.
“Sekarang musim hujan mulai masuk, tentunya volume sampah tetap banyak dan basah. Sampah-sampah inilah yang bisa menyebabkan tersumbatnya saluran air dan sebagainya sehingga menyebabkan air bah dan banjir pun terjadi,” kata Sidik yang juga Kadis Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel ini.
Diakui Sidik bahwa potensi hujan ke depan semakin tinggi. “Ada kecenderungan manusia sering menyalahkan bahwa adanya bencana karena tuhan murka. Sebenarnya bukan tuhan yang murka tapi kita sendiri yang salah. Kita tidak pernah menyadari kekeliruan kita sebagai manusia yang seenaknya saja membuang sampah, menebang pohon di hutan padahal semua itu karena ulah kita sendiri. Begitu tuhan menurunkan azabnya, kita langsung menyebut bahwa tuhan murka, padahal tidaklah demikian,” tambahnya. (sar-ril/b)