Site icon Berita Kota Makassar

Pemkot Usulkan Rp600 M Untuk Infrastruktur

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar mengusulkan anggaran sebesar Rp600 miliar di RAPBD Kota Makassar 2016 untuk mengerjakan sejumlah proyek yang telah di programkan yaitu infrastruktur, transportasi dan kota hijau.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daeah (Bappeda) Kota Makassar, Syahrir Sappaile mengatakan, tahun 2016 mendatang, Pemkot Makassar tetap fokus mengerjalan tiga proyek pembagunan kota yang dijadikan sebagai program di tahun 2016 dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016.
“Ditahun 2016 kita masih terfokus di proyek infrastruktur seperti jalan, penutupan drainase, perindustrian, penataan taman, dan juga penataan PK5,” jelas Syahrir, Rabu (2/11).
Sementara untuk transportasi sendiri, lanjutnya, Pemkot Makassar akan melakukan segala cara untuk mengatasi permasalahan transportasi atau kemacetan yang ada di Kota Makassar dengan membuat beberapa rekayasa lalu lintas.
Untuk itu, kata Syahrir, Pemkot Makassar berharap, semua program yang telah dimasukkan dalam program tahun 2016 segera digenjot pengerjaannya di awal tahun 2016.”Ini tergantung SKPDnya, dia mau programkan di triwulan pertama atau kapan, yang jelas ini semua tertuang dalam program 2016,” jelasnya.
Terpisah, sejumlah anggota DPRD Kota Makassar menkritisi sistem drainase yang masih buruk. Juru Bicara Fraksi Partai Hanura, Shinta Mashita Molina, mengatakan, sampai saat ini penanganan banjir dan genangan belum menyeluruh dan masih berjalan setengah-setengah.”Sisten drainase kita masih sangat buruk khususnya di pusat perkotaan yang telah menjadi langganan genangan. Selayaknya penanganan drainase secara komprehensif menjadi program prioritas di tahun 2016 mendatang,” ungkapnya, kemarin.
Hal senada dikatakan, legislator Makassar, Hasanuddin Leo dan Mustawa Alwi. Keduanya menilai, program penangan banjir belum maksimal dijalankan Pemkot Makassar. Sebab masih ditemukan titik-titik genangan dan banjir.
“Wali kota harus fokus pada penanganan sistem drainase yang masih banyak dikeluhkan masyarakat,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menyatakan, genangan air yang diakibatkan kurang berfungsinya sistem drainase akan dibenahi dengan cara pengerukan sedimentasi.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan pengerukan sedimentasi dengan membentuk satgas drainase. Drainase memang menjadi fokus utama pemerintah,” tuturnya.

Exit mobile version