Site icon Berita Kota Makassar

Petani Maros Pertanyakan Bantuan Bibit

MAROS, BKM — Petani di Maros mulai melakukan pengolahan lahan untuk bertani. Hal ini dilakukan setelah musim hujan mulai datang. Namun, hingga kini petani belum menerima bantuan bibit dari Dinas Pertanian.
Saleh, petani dari di Desa Simbang mengatakan ia telah menyemai bibit ia beli di pasar. “Saya sudah menghambur bibit, beli sendiri di pasar, karena kita menunggu bibit dari pemerintah tapi sampai sekarang belum ada juga. Kalau kita menunggu maka penanaman akan terlambat,” ujar Saleh yang ditemui di Simbang, Rabu (2/12).
Harga bibit di pasaran menurut Saleh berkisar antara Rp50.000-Rp55.000 untuk satu kemasan berisi 5 Kg.
Saleh mengaku kecewa dengan Dinas Pertanian. Menurutnya sebelum musim hujan sangat panjang untuk menyiapkan stok bibit untuk petani. Tapi kayaknya itu tidak dilakukan.
“Bibit yang tak kunjung datang dikarenakan keterlambatan dan katanya tidak ada stok, kenapa tidak diurus jauh hari sebelumnya. Kalau begini kan kami selaku petani yang merasa terabaikan,” kata dia.
Kepala Bidang Padi dan Palawija Dinas Pertanian Kabupaten Maros, H Sainuddin yang dikonfirmasi terkait keluhan petani mengatakan, ia sudah mendistribusikan bibit ke beberapa kecamatan namun ia mengakui jumlahnya memang sangat sedikit.
“Kita sudah salurkan sekitar 30 ton di beberapa kecamatan. Hanya memang jumlahnya sangat kecil dibanding permintaan sekitar 400 ton. Ini akibat dari penyedia bibit yakni Shangyang Seri yang belum menyalurkan bibitnya. Kami sudah konfirmasi namun belum juga ada kepastian,” ujarnya.
Sainuddin berkelit jika penanaman di Maros memang beragam sehingga jika bibit yang datang terlambat maka Dinas Pertanian akan mendistribusikan ke kelompok tani yang belum menyemai.
“Kita tetap menunggu, sampai akhir Desember ini. Kalau sudah ada yang datang kita distribusikan ke kelompok yang belum menabur benih. Tapi kalau sudah masuk Januari baru datang bibitnya maka kami akan menolaknya,” tegas Sainuddin. (ari/c)

Exit mobile version