Site icon Berita Kota Makassar

Mahasiswa Gugat Janji Kuliah Gratis

MALILI, BKM–Sejumlah elemen mahasiswa di Luwu Timur mengimbau masyarakat untuk selektif dalam memilih paslon yang akan maju di Pemilukada 9 desmeber nanti. Pasalnya, mereka menilai ada paslon yang hanya jago berjanji, namun tidak menunjukkan langkah dan strategi yang jelas dalam mewujudkan janjinya.
Ketua Himpunan Mahasiswa Kreatif (HMK) Stikes Batara Guru, Muhammad Salahuddin mengatakan, dirinya menyimak sejumlah program paslon sejak awal masa kampanye. Dia menilai, ada paslon yang terkesan menawarkan program atau janji manis yang sangat enak didengar, namun tidak pernah dipaparkan kejelasan langkah dan strateginya untuk mewujudkan janji itu. Salah satunya terkait program pendidikan gratis hingga tingkat S1 yang ditawarkan salah satu paslon. “Masyarakat jangan di-nina bobokan dengan janji-janji manis yang tidak jelas. Persoalan sumber anggaran, kriteria, limit biaya kuliah yang mampu ditanggung pemerintah, serta tenggat waktu pelaksaan program tidak pernah diuraikan secara jelas. Padahal hal itu penting agar masyarakat paham dengan program tersebut,”ungkapnya.
Menurut dia, meskipun ada penjelasan dari paslon, tidak pernah diuraikan secara detail, dan terkesan tidak mengusai program yang tawarkannya itu. “Memang pernah ada kandidat yang menjelaskan tentang sumber anggaran yang akan diambil dari 20 persen anggaran pendidikan di daerah. Namun, penjelasan seperti itu tidaklah cukup untuk merasionalkan program yang ditawarkan. “Apalagi, setiap tahun, pemerintah memang sudah mengalokasikan sekitar 20 persen anggaran pendidikan, lantas jika anggaran program pendidikan gratis jenjang S1 diambil dari sebagian anggaran pendidikan, bagaimana nasib program lainnya,” ungkapnya.
Dia pun menawarkan, agar program pendidikan gratis jenjang S1 tidak diberikan kepada seluruh mahasiswa di Lutim, namun hanya dialokasikan kepada mahasiswa yang tidak mampu, dan berprestasi saja. Itupun perlu dilakukan pembagian kriteria tentang kampus mana saja yang dapat biaya.
Apalagi, tidak semua kampus menerapkan biaya kuliah yang nilainya saja.
Untuk diketahui, program pendidikan gratis hingga jenjang S-1 bagi mahasiswa asal Lutim, merupakan program yang ditawarkan paslon nomor urut 3, Muhammad Thorig Husler-Irwan Bachri Syam. Pada debat yang digelar beberapa waktu lalu, Irwan menguraikan bahwa anggaran pendidikan gratis untuk jenjang S1 akan diambil dari alokasi dana pendidikan yang dianggarkan pemerintah sebesar 20 persen dari APBD. “Jika menilik dari besaran APBD Luwu Timur rata-rata Rp 1 triliun, maka anggaran pendidikan yang dapat dicover minimal Rp 200 Miliar. Sementara dari hasil analisa dan kajian kami, untuk membiayai pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi dibutuhkan anggaran Rp 56 Miliar. Sisa dana Rp 150 Miliar lainnya untuk sektor pendidikan juga dialokasikan untuk seragam siswa-siswi, pengadaan laptop bagi guru serta kegiatan peningkatan sumber daya manusia lainnya,” janji Irwan dalam memaparkan program tersebut. (alp/rif/c)

Exit mobile version