Site icon Berita Kota Makassar

Mamasa Percontohan Simdes di Indonesia

BKM/DARMAN ARDI PERIKSA PASUKAN -- Bupati Mamasa, Ramlan Badawi sedang memeriksa pasukan pengamanan untuk pemilihan kepala desa serentak tahap pertama tingkat Kabupaten Mamasa.

BKM/DARMAN ARDI PERIKSA PASUKAN -- Bupati Mamasa, Ramlan Badawi sedang memeriksa pasukan pengamanan untuk pemilihan kepala desa serentak tahap pertama tingkat Kabupaten Mamasa.

MAMASA, BKM — Bupati Mamasa, H Ramlan Badawi dan Wakil Bupati Mamasa, Victor Paotonan beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Mamasa, memberikan arahan kepada para calon kepala desa dan panitia pemilihan desa terkait pemilihan kepala desa serentak gelombang I periode 2015-2021. Kegiatan ini diselenggarakan di aula kantor bupati Mamasa, Jumat (4/12).
Pada kesempatan itu, Bupati Ramlan Badawi menekankan perlunya sinkronisasi yang dilakukan panitia pemilihan kepala desa, seluruh calon kepala desa dan segenap masyarakat pemilih. Mereka diminta untuk berkomitmen melaksanakan tugas dengan baik dan sesuai aturan. Ditegaskan, semua proses pemilihan dan termasuk hasil yang dicapai nantinya, yakni terpilihnya calon kepala desa agar tidak menimbulkan masalah hukum. Apalagi sampai pada tingkat pengadilan dan gugatan keabsahan hasil pemilihan.
”Dari awal saya menegaskan agar pemilihan harus sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan masalah di belakang,” harapnya.
Ramlan menjelaskan, anggaran desa yang akan dikucurkan pada tahun 2016 mendatang sebesar Rp128 miliar. Olehnya itu, dana desa yang dikucurkan nantinya harus dikelola dengan baik dan sesuai aturan pengelolaan Simdes dan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ”Kabupaten Mamasa telah menjadi proyek percontohan Simdes di Indonesia. Sehingga kita tidak boleh main-main dengan pengelolaan keuangan desa,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Mamasa, Victor Paotonan menekankan kepada para calon kepala desa mestinya harus sadar bahwa masuk dalam permainan pemilihan harus siap kalah dan menang. ”Jangan coba-coba masuk dalam sebuah permainan seperti halnya kompetisi Pilkades kalau terlalu berharap dan yakin akan menang. Sementara anda tidak siap untuk kalah. Karena itu akan membuat anda akan mengalami depresi yang luar biasa yang bisa menyebabkan kegialaan,” pesannua.
Victor mengimbau kepada seluruh panitia harus siap pada minus 5 hari H untuk dan memastikan kegiatan Pilkades tidak akan terhambat dalam pelaksanaannya. Ia pun mengapresiasi kegiatan kesiapan pihak keamanan dengan menunjukkan keseriusannya lewat gelar pasukan dalam rangka pengamanan Pilkades serentak tahun 2015 di halaman kantor bupati Mamasa.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Mamasa, AKBP Wisnu Budhaya, SIk SH MH, menegaskan, tidak ada tawaran lagi bahwa Pilkades serentak yang diikuti 50 desa yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Mamasa harus aman dan terselenggara dengan baik.
Menurutnya, inti dari cara mengamankan adalah meletakkan kesadaran bagi setiap orang baik masyarakat umum, panitia pemilihan dan terutama para calon kepala desa agar menyadari bahwa keamanan mesti menjadi prioritas utama dalam kegiatan Pilkades yang menjadi ajang peletak dasar kepemimpinan di tingkat desa. Jika ada masalah yang timbul, harus dapat diselesaikan secara musyawarah mufakat dan dengan cara kekeluargaan. Wisnu berharap agar masalah yang mungkin timbul di perhelatan politik tingkat desa tersebut tidak ada yang sampai pada pengadilan. Tetapi harus dapat dipastikan selesai ditingkat desa itu sendiri.
Sementara itu, Dandim 1402 Polman, Letkol I Made Bagus Sura Putra juga menyatakan kesiapannya mem-back up pihak kepolisian dalam pengamanan Pilkades yang rencananya diselenggarakan pada 15 Desember 2015 mendatang. Dijelaskan, TNI turun tangan jika keadaan sudah dalam keadaan darurat atau sudah tak terkendali lagi. Namun ia meyakini hal itu sudah pasti tak akan terjadi. Karena karakter masyarakat Mamasa yang sangat menjunjung tinggi perdamaian. Hal tersebut dibuktikan dengan adat yang dianut di daerah ini yakni ada’ tuo, yang berarti mengedepankan kedamaian daripada pertumpahan darah.
Selain pengarahan, juga diselenggarakan pembacaan dan penandatanganan paktaintegritas oleh perwakilan calon kepala desa dan disaksikan dan ditandatangani narasumber, yakni bupati dan segenap anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Mamasa. Salah satu isi penting dari paktaintegritas tersebut menekankan kepada para calon Kades agar menjaga keamanan dan tidak memicu huru-hara pada setiap tahapan Pilkades di wilayah masing-masing. (dar/mir/c)

Exit mobile version