ENREKANG, BKM — Terkatung-katungnya proyek pembangunan jembatan Pana di jalur poros trans Enrekang-Toraja, terus menimbulkan persoalan. Salah satunya, proyek yang berlokasi di Desa Pana, Kecamatan Alla, Enrekang ini disebut telah menghambat perekonomian masyarakat Tana Toraja.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Enrekang pun bereaksi dengan menyoroti pembangunan jembatan yang dikerjakan PT Rajasa Thomas dan menghabiskan anggaran sebesar Rp11,8 miliar. Legislator menilai kontraktor lamban melaksanakan pekerjaaan.
Akibat belum rampungnya pekerjaan jembatan, mobil truk bermuatan 20 ton tidak bisa melintas di atas jembatan darurat yang dibuat PT Rajasa Thomas.
”Saya sudah meminta kepada pihak kontraktor agar mempercepat pengerjaan proyek jembatan Pana. Karena kita malu Toraja mengklaim Enrekang menghambat perekonomian masyarakat di sana,” kata Bahtiar Siampak, anggota DPRD Enrekang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pekan lalu.
Legislator dua periode ini mengakui kalau proyek pekerjaan jembatan Pana telah menghambat arus transportasi ke Toraja. Seperti mobil pengangkut BBM yang bermuatan 20 ton dan mobil 10 roda pengangkut semen, tidak bisa melintas di jembatan darurat.
”Kalau tenaga kerjanya kurang agar ditambah, biar cepat selesai. Kita ini malu Enrekang disebut-sebut menghambat perekonomian di Toraja,” cetus Bahtiar.
Hal senada diungkapkan anggota dewan dari Partai Gerindra Amiruddin. Dia bahkan sudah melaporkan keterlambatan pembangunan jembatan tersebut kepada Inspektorat Enrekang dan Dinas Pekerjaan Umum Sulawesi Selatan.
“Saya sudah laporkan kepada Inspektorat dan Dinas PU Provinsi, agar kontraktor yang mengerjakan proyek jembatan Pana dipercepat. Karena kita malu telah disebut menghambat perekonomian Toraja,” jelas Amiruddin.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur PT Rajasa Thomas H Nawir melalui telepon genggamnya, berjanji akan menyelesaikan secepatnya pembagunan jembatan Pana. Menurutnya, ada enam titik jembatan yang dikerjakan olehnya di berbagai daerah, seperti di Enrekang,Toraja dan Palopo.
”Sekitar satu minggu lagi pekerjaan jembatan Pana sudah rampung. Insya Allah minggu depan sudah rampung semuanya,” janji H Nawir, Minggu (13/12). (her/rus/b)