Site icon Berita Kota Makassar

Perawat Dimutasi Sehari Usai Pencoblosan

BARRU,BKM– Irmayani Hasan yang sehari-harinya bertugas sebagai tenaga perawat di Puskesmas Palanro, Kecamatan Mallusetasi Barru, secara tiba-tiba menerima surat mutasi. Ia digeser ke tempat tugas baru sebagai Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Nepo.
Perawat inipun memprotes mutasi yang berdasarkan surat tertanggal 10 Desember 2015. Penyebabnya, karena dia digeser sehari setelah pemilukada dilaksanakan. Meski begitu, Kepala Puskesmas Palanro Jufri membantah kalau promosi jabatan itu sebagai dampak dari Pemilukada.
Irmayani menyatakan protes atas mutasi ini, karena surat pemindahan tugasnya itu dilakukan sehari setelah pencoblosan. Ironisnya, surat mutasi tersebut hanya ditandatangani Kepala Puskesmas Palanro.
Pergeserannya secara tiba-tiba ini diklaim Irmayani sebagai dampak dari pemilukada ini. “Saya tentu memprotes tindakan mutasi yang dilakukan Kepala Puskesmas. Apalagi proses perpindahan ini berlangsung sehari setelah pencoblosan, sehingga sangat jelas mutasi ini berhubungan dengan pemilukada,” cetus Irmayani.
Terpisah, Kepala Puskesmas Palanro Jufri yang dihubungi, Minggu (13/12) membantah kalau mutasi Irmayani ada hubungannya dengan proses pemilukada. Karena justru Irmayani diposisikan sebagai Kepala Pustu di Desa Nepo. Jufri beralasan tenaga perawat itu ditukar tempat dengan Kepala Pustu Nepo sebelumnya, yang harus mendapat promosi jabatan ke Puskesmas Palanro karena secara kepangkatan sudah golongan IV.
“Pertukaran tempat antara Irmayani dengan mantan Kepala Pustu Nepo sudah lama direncanakan. Tetapi baru kali ini bisa dilakukan karena berbagai kesibukan,” kelit Jufri. (udi/rus/b)

Exit mobile version