Site icon Berita Kota Makassar

Gowa Damailah

BKM/IST BOM MOLOTOV- Noda hitam bekas api di plafon kantor Camat Pallangga masih berbekas akibat dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal, Selasa (15/12) dini hari.

GOWA, BKM–Situasi keamanan di Kabupaten Gowa pasca pemilukada serentak yang diselenggarakan, Rabu 9 Desember lalu hingga Selasa (15/12) malam belum juga kondusif. Gelombang aksi unjuk rasa disusul serangkaian aksi teror yang terjadi di sejumlah kantor pemerintahan, semakin membuat warga resah.
Kantor Panwaslu dan kantor KPUD Gowa di Jalan Sultan Hasanuddin juga masih didatangi massa. Ruas jalan di lokasi itu terpaksa diblokir aparat kepolisian. Kawat berduri dipasang melintang untuk menghidari konsentrasi massa. Buntutnya, sudah hampir sepekan, arus lalu lintas di jalan poros Gowa terganggu dan kerap mengalami kemacetan.
Arus kendaraan yang hendak menuju ke Kabupaten Takalar, harus dialihkan melintas di Jalan Tumanurung. Sebaliknya, dari arah Gowa ke Makassar arus lalu lintas harus menempuh jalur sempit di Jalan Wahid Hasyim.
”Berhenti mako demo-demo. Damai mako saja. Masyarakatji yang susah kalau terus-terusan begini. Gowa Damailah,” kata Daeng Tola, warga Pallangga, Selasa kemarin. Daeng Tola mengaku, akibat pengalihan arus lalu lintas, dirinya yang saban hari bolak balik Makassar mengantar hasil bumi menjadi terganggu.

Sementara itu, mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar Zulkifli Gani Otto, meminta agar semua pihak di Gowa menahan diri dan menghargai proses hukum.
Zulkifli mengaku sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Pudji Hartanto yang datang menemui calon Bupati Gowa, Andi Maddusila Idjo terkait harapannya agar kondisi pasca pemilukada tetap aman dan terkendali.
“Saya mengacungkan jempol buat Kapolda yang bersilaturahmi ke kediaman Andi Maddusila. Ini sikap yang patut dicontoh semua pejabat bahwa tidak selalu semua masalah dilakukan dengan aksi. Langkah hukum juga dapat dilakukan dengan negosiasi melalui forum silaturahmi,”ujar Zugito, panggilan akrab Zulkifli gani Otto, Selasa (15/12).
Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel ini juga memuji apa yang dilakukan Maddusila sebagai peserta pemilukada dengan memperlihatkan jiwa besarnya sebagai turunan Raja Gowa. Dia memperlihatkan komitmennya untuk pelaksanaan pemilukada secara jujur adil dan bermartabat.
“Tetapi tentu semua pelanggaran harus diproses apakah itu merupakan pelanggaran administrasi atau pelanggaran hukum lainnya. Kalau memang memenuhi persyaratan untuk di bawah ke ranah MK (Mahkamah Konstitusi) maka harus diselesaikan, dengan syarat harus memenuhi persyaratan,” kata Zugito yang juga Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel.
Selasa dini hari, terjadi lagi aksi teror. Kantor Camat Pallangga dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Aksi teror bom molotov adalah kali kedua terjadi. Sebelumnya, kantor Lurah Paccinongan dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal.
Abdullah Dg Ngawing, pegawai kantor Camat Pallangga mengaku melihat ada kobaran api di teras kantor. Kebetulan Abdullah Dg Ngawing memang menginap di kantor kecamatan malam itu. Saat dia keluar, api telah menyebar namun sempat dipadamkannya.
Abdullah dengan cepat melaporkan kejadian ini ke Camat Pallangga selanjutnya ke kantor polsek.
Kapolsek Pallangga, Muh Ridwan yang dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan terkait kasus itu. Bahkan dari keterangan salah satu anggota Koramil Pallangga, Serma Rafiuddin, menyebutkan sempat melihat empat orang pria berboncengan motor yang diduga pelaku.
“Dari keterangan saksi, pelaku diperkirakan empat orang berboncengan dua motor jenis Honda Beat,” kata kapolsek.
Menurut Muh Ridwan, pelaku melempar dua botol bekas minuman yang diisi minyak tanah lalu diisi sumbu.
Akibat kejadian itu, plafon bagian depan kantor kecamatan (teras) rusak.
Untungnya, kobaran api dari pecahan botol dapat segera dipadamkan. Sedangkan barang bukti serpihan kaca dan sumbu diamankan di Mako Polres Gowa untuk penyelidikan.

Polisi Identifikasi Pelaku

Peristiwa pelemparan molotov di kantor Lurah Paccinongang mulai terungkap. Tidak cukup sepekan, polisi telah mengantongi identitas pelaku pelemparan bom yang nyaris membakar kantor lurah yang se atap dengan Sekretariat PPS Paccinongang , Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Kantor lurah yang diduga sengaja dibakar menggunakan molotov pada Kamis (10/12) lalu, diakui Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Frans Barung Mangera, yang dimintai komentarnya di kantor KPU Gowa, Senin (14/12) sore .
Menurut Frans, kasus pelemparan molotov ini ditangani Polres Gowa didukung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel.
Dari penyelidikan yang dilakukan, kata Frans, polisi telah berhasil mengidentifikasi otak dari pelaku. Bahkan ditemukan ada keterkaitan antara kasus lima tahun silam yang juga berhubungan dengan sengketa Pemilukada.
“Hasil analisa serta evaluasi pihak kami menemukan bahwa kasus tersebut berhubungan dengan kasus pelemparan bom molotov pada Pilkada tahun 2010 lalu di Gowa, orangnya sama, motifnya juga sama,”kata Frans.
Identitas konseptor pelemparan molotov sudah dikantongi, namun pelaku hingga saat ini masih tidak diketahui. Selanjutnya, polisi akan segera melakukan penangkapan. Meski identitas otak pelaku sudah diketahui namun Frans terlihat enggan menyebut nama.

Seperti diketahui, aksi pelemparan bom molotov itu sempat menggegerkan warga maupun staf kelurahan. Akibat kejadian itu, satu bangku panjang baik yang ada di luar dan di dalam ruangan serta gorden terbakar. Dinding dan plafon juga ikut rusak. (sar-ish-rif/cha/b)

Exit mobile version