BONTOSUNGGU, BKM–Meskipun Pemilukada Jeneponto digelar tahun 2018, namun bupati H Iksan Iskandar dan wakil bupati H Mulyadi sudah saling curiga. Pasalnya wabup mencurigai bupati Iksan akan mengambil calon wakil selain dirinya. Informasi yang dikumpulkan koran ini, Iksan akan melirik Ketua DPC Partai Gerindra Jeneponto H Paris Yasin sebagai calon wakil bupati. Paris Yasin yang juga Wakil Ketua DPRD merupakan legislator dari daerah pemilihan Bangkala dan Bangkala Barat yang tak lain adalah kampung halaman Mulyadi Mustamu.
Hanya saja Iksan membantah rumor tersebut bila kedekatannya dengan Paris saat dalam perjalanan ke Jepang selama 10 hari tidak terkait politik. “Saya tidak pernah berbicara Pilkada, saya bersumpah demi Allah tidak ada niat meninggalkan Wabup Jeneponto H Mulyadi Mustamu sepanjang ? beliau masih mau,”ujar Iksan, Minggu (13/12).
Selain membantah, Iksan meminta Mulyadi agar tenang saja tidak usah turun sosialisasi untuk Pemilukada, karena waktunya masih lama. “Kerja saja dulu karena kabupaten Jeneponto saat ini sedang
dililit masalah besar, seperti masih sebagai daerah teringgal satu-satunya di Sulsel, IPM terendah di Sulsel dari penilai BPS, penilaian disclaimer dari BPK RI, dan sedang mengejar Piala Adipura 2016 dari kementerian KLH RI. Jadi jangan Zigzag karena mengganggu pemerintahan. Nantilah pemerintahan berjalan tiga tahun atau empat baru kita bersama turun kemasyarakat memaparkan apa yang kita kerjakan bersama,”ujar Iksan.
Wabup Mulyadi bahkan bersumpah bila dirinya ingin berpisah dengan Iksan. Mulyadi mengatakan sepanjang Iksan masih menginginkan dirinya untuk berpasangan di Pemilukada nanti. “Tapi ingat saya turun kemasyarakat bukan untuk mencari simpatisan, tapi hanya sekedar menyapa karena kita punya adat turatea yang kental sipakatau sipakalabbiri agar jalinanan silaturahmi tidak terputus itu saja,”jelasnya.
Ketua Timses Siap-bisa, H Syafruddin Nurdin menyarankan sebaiknya Iksan dan Mulyadi pemulihan hubungan atau recoveri untuk menurunkan tensi yang aromanya sudah saling curiga. “Karena kita menginginkan keduanya kompak agar nantinya pada Pemilukada nanti tidak begitu kerja keras lagi, karena pembangunan sudah dirasakan masyarakat jeneponto,”harap Syafruddin. (Krk/rif/c)