Site icon Berita Kota Makassar

KPU Bulukumba Dituding Kangkangi Hak Rakyat

BULUKUMBA, BKM–Terkait temuan Panwaslu Bulukumba atas banyaknya undangan yang tidak disalurkan kepada wajib pilih di Bulukumba terus menuai sorotan, utamanya dari tim sukses paslon bupati dan wakil bupati Bulukumba nomor urut 2, 3, 4 dan 5. Bahkan sorotan tersebut menunjukkan kinerja penyelenggaran yakni KPU yang tidak bagus, serta dianggap mengangkangi hak politik rakyat, khususnya yang tidak mendapatkan undangan untuk mencoblos.
Seperti disampaikan Ramli, salah seorang pendukung paslon Masykur-Edy (Masseddi), bahwa dengan banyaknya undangan yang tidak disalurkan ke wajib pilih, membuktikan kalau penyelenggara kurang professional dalam menjalankan tugasnya. “Seperti yang saya baca di sejumlah media, terdapat 66 ribu lebih undangan yang tidak disalurkan, padahal rakyat berhak untuk memilih calon pemimpinnya,”ujar Ramli, Senin (14/12) malam.
Jadi katanya, sebagai pendukung paslon nomor urut 4, dia kecewa melihat kinerja KPU yang tidak bisa menyalurkan seluruh undangan kepada wajib pilih. “Pilkada adalah hak rakyat yang untuk menentukan pilihannya. Dan untuk Bulukumba ada lima paslon, dan saya kira, 66 ribu lebih undangan yang tidak tersalur menjadi milik kelima paslon termasuk Masseddi,”katanya.
Hal yang sama dikemukakan HA Haris Ishak, tim paslon nomor 5, H Askar- Nawawi, setelah diketahui terdapat puluhan ribu undangan yang tidak disalurkan penyelenggara. “Bayangkan saja kalau surat undangan yang tidak tersalur mencapai 66 ribu lebih, apa tidak mempengaruhi hasil. Saya kira wajar saja kalau masyarakat menilai KPU gagal dalam melaksanakan Pilkada,”katanya.
Dari data yang ada, jumlah wajib pilih yang terdaftar dalam DPT Bulukumba sebanyak 365.990 orang, dan menggunakan hak pilihnya sebanyak 209. 248 orang atau hanya sekitar 57, 17 persen saja.
Sementara itu cawabup Tomy Satria Yulianto mengatakan, persoalan undangan yang tidak tersalur itu adalah domain KPU, sehingga dia tidak ingin berpolemik soal itu. Hany saja, katanya, dari jumlah 66 ribu undangan yang tidak tersalur bukan berarti, paslon nomor 1 tidak dirugikan. “Saya kira jumlah undangan yang tidak disalurkan, terdapat juga suara untuk ST 15, apalagi terbanyak ada di Gantarang, ‘’ katanya.(edy/rif/c)

Exit mobile version