JENEPONTO, BKM — Ujian Kompetensi Guru (UKG) se Kabupaten Jeneponto yang ditutup pada Selasa (15/12) diharapkan dapat membawa perubahan signifikan terhadap mutu pendidikan siswa.
UKG yang diikuti ratusan guru penerima sertifikasi dari 11 kecamatan se Jeneponto menyepakati target peningkatan Indeks Pendidikan Manusia (IPM) di bidang pendidikan.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pelatiahan Bidang Pelatihan Ketenagaan Disdikpora Jeneponto, Syamsuriati usai menutup kegiatan UKG di SMKN I Jeneponto, kemarin.
“Saya berharap UKG membawa peningkatan IPM secara signifikan dalam dunia pendidikan di daerah kita. Dengan begitu, guru menjadi salah satu faktor pendorong suksesnya program Gammara yang dicanangkan bapak bupati dan wakil bupai,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Syamsuryati juga menyinggung nilai tunjangan profesi guru, yang kedepan diharapkan bisa meningkat. Dengan begitu, kata dia, kinerja para guru bisa ikut meningkat.
“Kalau tunjangannya naik, maka harapan kita IPM Jeneponto juga bisa naik. Saya harap semua bisa meraih rangking papan tengah di bidang IPM dari Badan Pusat Statistik ( BPS),” ujar Syamsuriati.
Ditempat yang sama, Kepala Dikpora Jeneponto, Masri mengatakan, tujuan UKG tak lain untuk memonitoring dan evaluasi (Monev) kinerja guru di Jeneponto.
“Kita ingin mengetahui sejauh mana guru dan kepala sekolah berbuat terhadap mutu pendidikan di daerah kita. Apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau tidak?. Kita juga ingin tahu apakah mereka sudah memiliki program Silabus, RPP, Jurnal Sejajar, KKM. Karena program ini menjadi syarat bagi guru yang ingin mendapat sertifikasi,” terang Masri.
Masri juga membantah jika Tim Monev yang diturunkan di sekolah hanya untuk mencari keselahan para guru dan kepala sekolah. Sebaliknya, Masri menilai bahwa tim yang dibentuk tak lain untuk memacu kualitas pengajar agar bekerja lebih profesional.
“Kita mau guru yang berkualitas dan peserta didik yang lebih baik dan bermutu, sehingga target IPM dan suksesi program Gammara bisa kita capai,” kuncinya. (krk-ril/c)