LUWU, BKM — Bupati Luwu Andi Mudzakkar melakukan penanamam pohon di Desa Pongko, Kecamatan Walenrang Utara, Rabu (16/12). Sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam secara serentak sebagai rangkaian kegiatan hari menanam nasional.
Selain Bupati, ikut pula melakukan penanaman Wakil Bupati Amru Saher, Dandim 1403 Palopo Letkol Kav Cecep Endi Sutendi, Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan, Kajari Belopa diwakili Kasi Intel Agus Salim, para kepala SKPD, sekretaris, para kabag dan camat serta seluruh staf SKPD lingkup Pemkab Luwu.
Kasubag Humas Pemkab Luwu Muhammad Nursaleh, mengatakan penanaman 1.000 pohon ini merupakan program Bupati dan Wakil Bupati guna mendukung program menanam nasional.
“Kelestarian alam harus terus dijaga dan dipelihara. Generasi muda kita di Luwu harus diberi contoh untuk peduli lingkungan,” kata Nursaleh.
Di sela-sela penanaman pohon, Bupati Andi Mudzakkar mengatakan kegiatan ini sangat penting untuk menyadarkan masyarakat tentang arti pentingnya pohon dalam mendukung kelangsungan hidup manusia.
“Kita harus kembali ke ekosistem alami. Publikasi soal gerakan menanam pohon mesti terus dilakukan agar masyarakat mengerti,” ujar Cakka, sapaan akrab Bupati.
Menurut Bupati Luwu dua periode ini, penebangan pohon secara sembarangan, selain merugikan manusia dari sisi biologis, juga dari segi ekonomi. Pohon yang ditebang secara asal-asalan, kata dia, akan berpengaruh pada ekosistem yang ada. ”Jika keseimbangan alam terganggu, dampaknya akan sangat dirasakan oleh manusia,” tandasnya.
Di akhir sambutannya, Cakka menuturkan masyarakat tidak pernah ribut ketika ada puluhan pohon ditebang, tidak seperti ketika harga BBM naik. Padahal fungsi pohon adalah untuk menyerap air dan menyediakan oksigen secara gratis.
”Bayangkan kalau kita harus beli oksigen untuk bernafas, berapa biaya yang dihabiskan?” kata dia. (wan/rus/c)