Upaya penertiban Pedagang Kaki Lima (PK5) yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar tak membuat para pedagang jera. Sebaliknya, keberadaan mereka justru semakin bertambah.
Laporan :Arif Al-Qadri
Apalagi, di musim buah seperti saat ini. PK5 dengan menggunakan mobil bak terbuka, sepeda motor kembali menyerbu ruas jalan protokol di Makassar.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar mengaku cukup kesulitan menindaki para PK5. Untuk langkah penertiban, petugas Satpol-PP membutuhkan koordinasi serta kerjasama yang apik dengan pemerintah kecamatan, kelurahan dan Dinas Perhubungan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Makassar, Iman Hud mengatakan, maraknya PK5 hampir di seluruh ruas jalan di kota Makassar itu disebabkan karena pertumbuhan ekonomi dan banyaknya warga yang ingin mencari penghasilan dari bisnis buah musiman.
Mereka tak memikirkan kenyamanan atau hak orang lain untuk menikmati fasilitas jalan. Bahkan ada pedagang yang seenaknya berjualan di atas trotoar serta bahu jalan. Menurutnya, meski Satpol PP gencar melakukan operasi ataupun penertiban, namun tanpa ada bantuan dari pemerintah kecamatan dan kelurahan, maka semua akan sia-sia.
“Satpol PP itu selalu melakukan operasi dan penertiban PK5. Pemeritah kecematan dan kelurahan harus lebih dulu mengeluarkan surat teguran dua kali. Jika tak diindahkan, baru kami turun melakukan operasi,” kata Iman, Rabu (16/12).
Ia menambahkan, kalau Makassar ingin dibersihkan dari segala bentuk aktivitas PK5 yang dinilai, maka semua sektor pemerintahan yang bersentuhan dengan ini harus tegas dan punya komitmen yang sama.
“Dalam menetibkan aktivitas PK5 di Kota Makassar, Dishub juga ikut terlibat dengan cara menggembok kendaraan PK5 yang memakan bahu jalan yang saat ini banyak menggunakan mobil,” ujarnya.
Imam berjanji, dalam waktu dekat, Satpol PP Kota Makassar akan segera melakukan penertiban di beberapa titik di Kota Makassar dengan menyita barang dagangan atau gerobak para PK5.
“Dalam waktu dekat kami berjanji akan melakukan penertiban dan menyita barang dagangan PK5 itu. Sementara untuk kendaraan PK5 jenis motor atau mobil kami akan koordinasi dengan Dishub, apakah Dishub yang akan menyita atau kami,” katanya.
Sementara itu, Camat Panakkukang, Imran Mansyur membenarkan, jika aktivitas PK5 saat ini banyak beroperasi di wilayahnya.
“Bukan hanya di wilayahku yang banyak aktivitas PK5, tapi saya rasa hampir semua wilayah di Kecamatan di huni aktivitas PK5,” cetusnya. Ia melanjutkan, pihak Kecamatan Panakkukang akan melayangkan teguran dan pembinaan kepada seluruh PK5 yang ada di wilayahnya.
“Kita ini cuma mau kasih saja teguran dan pembinaan. Karena tidak enak kalau mau digusur,” kata Imran. (arf/cha/b)
