MAKASSAR, BKM — Tramedica adalah pusat penyembuhan penyakit kanker dan tumor tanpa operasi di bawah pengawasan Ratu Givana. Tramedica memberikan solusi bagi masyarakat mencari kesembuhan sekaligus mencegah secara dini penyakit kanker dan tumor. Ratu Givana sudah berpengalaman lebih dari 15 tahun mengobati kanker dan tumor tanpa operasi.
Saat ini Klinik Tramedica sudah hadir di 18 kota di seluruh Indonesia, yakni di Cimanggis Depok (Jabar), Bintaro (Tangerang Selatan), Bandung, Padang, Medan, Makassar, Bali, Pontianak, Jambi, Bekasi, Balikpapan, Surabaya, Semarang, Banjarmasin, Pekanbaru, Palembang, Batam, dan Papua. Dalam waktu dekat, Klinik Tramedica akan buka cabang baru di Kendari.
Sejak mulai buka di Makassar sejak dua tahun lalu dibilangan Kompleks Topaz Raya Panakkukang Mas, Klinik Tramedica terus mengalami perkembangan. Seperti diungkapkan Winda Anugrah, Konsultan Klinik Tramedica Makassar yang juga sebagai asisten Ratu Givana, hingga kini jumlah pasiennya telah mencapai tiga ribuan orang.
Dari jumlah itu, sekitar 60 persen di antaranya adalah warga kota Makassar. Selebihnya dari daerah lain di Sulsel. Bahkan ada pula dari Palu dan Maluku. Selama ini, lanjut Winda, pasien yang datang berobat ke Klinik Tramedica bukan saja mereka yang sudah mengidap penyakit tumor dan kanker. Tapi ada pula yang datang berobat sekadar untuk melakukan pencegahan dini.
”Di antara pasien yang datang kemari, ada yang sedang dalam penanganan medis, ada yang sudah dioperasi dan menjalani proses kemoterapi. Syukur Alhamdulillah, banyak di antara pasien yang sudah ditangani secara medis, berhasil disembuhkan setelah berobat di Tramedica. Yang penting, pasien itu disiplin dalam mengatur pola makannya. Racikan herbal yang kami gunakan ini tidak akan berefek samping jika harus dikonsumsi bersama obat medis. Yang penting bukan obat herbal dari tempat terapi lainnya,” jelas Winda seraya menambahkan, ramuan herbal yang digunakan sudah melalui pengujian dari BPOM, serta dalam pengawasan dan izin dari dinas kesehatan dan Puskesmas di sekitar tempat praktiknya.
Dalam melakukan pengobatan, Klinik Tramedica tidak mengharuskan pasiennya untuk datang. Ada yang diwakili keluarganya dan ada pula melalui telepon. ”Bagi pasien yang kondisinya agak parah dan tidak bisa datang, keluarganya cukup membawa hasil medical check up. Begitu pula pasien yang domisilinya jauh, hasil medical check up bisa dikirim via email atau melalui ekspedisi kepada kami,” tutur Winda.
Racikan obat yang digunakan, aku Winda, adalah herbal terstandar internasional yang sudah diuji secara klinis dan diriset. Bahan baku herbal yang digunakan, tidak saja berasal dari alam Indonesia, tapi ada juga dari beberapa negara yang selama ini terkenal penghasil herbal terstandar, seperti Mongolia, Brazil, Singapura, dan Guangzhou (China).
Winda mengatakan, pemberian obat kepada setiap pasien yang datang berobat, tentunya tidaklah sama. Misalnya jenis penyakit sama, tapi kalau hasil analisis medical check up dan keluhan pasien beda, sudah tentu racikan obat yang diberikan berbeda. Racikan herbal itu ada yang dikemas dalam kapsul dan ada pula serbuk. Untuk menghasilkan pengobatan yang maksimal, pasien harus melakukan pengobatan secara rutin dan tidak boleh terputus. Biaya pengobatan tergantung pada hasil pemeriksaan awal dan racikan obat. Semua pasien tetap ditangani dan diawasi langsung Ratu Givana.
Berbeda sejumlah rumah terapi lainnya yang ada di daerah ini, kata Winda, Tramedica tidak mengenal pengobatan dengan sistem paket. Semua didasarkan kemampuan pasien tersebut. Bahkan, pasien yang tidak mampu akan dibantu. ”Obat herbal Tramedica tidak bertentangan dengan obat-obat medis. Obat herbal itu diracik apoteker yang sudah terlatih. Dimana resepnya berasal dari ibu Ratu Givana maupun dari saya sendiri,” kunci Winda Anugrah saat ditemui di tempat praktiknya di kawasan Topaz Raya, Panakkukang Masa Makassar, kemarin. (mir)
Klinik Tramedica Terus Berkembang

IST Winda Anugrah