GOWA, BKM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara terkait sejumlah insiden yang terjadi pasca Pemilukada di Gowa 9 Desember lalu. MUI secara khusus mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pendukung calon bupati untuk tetap menjaga perdamaian.
Ketua MUI Kabupaten Gowa, KH Abubakar Paka yang diminta tanggapannya soal kondisi pasca Pemilukada di Gowa menerangkan, dalam Al-Quran, Allah SWT memberikan kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki untuk terpilih menjadi pemimpin.
“Sewaktu masih dalam perjuangan tentunya semuanya termotivasi untuk berjuang dan ketika telah ada yang terpilih, maka kita harus legowo menerimanya. Masyarakat harus tertib dan menjunjung tinggi budaya kita,” terangnya.
Anjuran Nabi Muhammad S.A.W, lanjutnya, menyerukan agar sesama umat harus saling menjaga kebersamaan. Dia berharap, agar semua pihak dapat menerima hasil kepetusan fina yang rencananya putuskan pada 18 Desember (besok.red).
Seperti diketahui. aksi protes Pemilukada yang berlangsung selama empat hari berturut-turut dan sempat diwarnai bentrok antara massa pendukung dengan aparat keamanan itu juga menimbulkan suasana mencekam di kota Sungguminasa, khususnya di sepanjang poros Jalan Andi Mallombassang. Lemparan batu massa melawan semprotan gas air mata dari petugas. (sar-ril/c)