TAKALAR, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar mencatat kenaikan omset pengelolaan koperasi untuk tiga tahun terakhir, yakni mencapai Rp433.363 miliar.
Hal ini mengemuka dalam acara peresmian Pasar Tradisional Aeng Towa di Kecamatan Galesong Utara yang dihadiri Menteri Koperasi dan UKM, A.A.G.N Puspayoga, Senin (14/12) lalu.
Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin dalam acara itu menyampaikan, jumlah kopreasi tahun 2015 di Kabupaten Takalar mencapai 354 koperasi. Jumlah ini meningkat sebenyak 24 koperasi dibanding tahun sebelumnya, yakni 328 koperasi.
“Dari total 352 yang ada saat ini, tercatat jumlah keanggotaan mencapai 55.004. Peningkatan ini disusul naiknya volume usaha dari 200.738 miliar menjadi 433.363 miliar,” papar Bur, sapaan akrab Bupati Takalar.
Lebih jauh Bur mengatakan, potensi utama antaralain, rumput laut, jagung kuning, garam dan sektor lainnya dapat menopang pertumbuhan usaha koperasi di Kabupaten Takalar.
Bur yang juga Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Takalar berjanji akan terus mendorong penguatan kelembagaan dan usaha koperasi dan UMKM agar terus berkontribusi dalam mendorong perekonomian masyarakat.
“Saya yakin, dengan peningkatan kelembagaan dan usaha bagi koperasi dan UMKM minat masyarakat untuk berkoperasi semakin meningkat. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat semakin meningkat pula,” kata Bur, optimis.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM pada sambutannya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama, khususnya kepada Bupati Takalar, atas dukungannya dalam hal pembinaan koperasi, terutama dalam pemberian perijinan dan penyediaan lahan/lokasi, sehingga Pasar Aeng Towa yang dikelola oleh KUD Harapan dapat terbangun.
“Saya berharap, dengan diresmikannya pasar Aeng Towa ini dapat memberikan manfaat besar bagi para pedagang dan masyarakat Takalar. Pasar tradisional ini pada umumnya sebagai tempat jual beli kebutuhan sehari-hari. Pak Bupati sangat mendukung program koperasi, dan atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih,” tutur Menteri.
Acara dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Izin Usaha Mikro Kecil dari BRI Cabang Takalar kepada pedang kecil dan menengah yang diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI didampingi Bupati Takalar dan perwakilan Pimpinan BRI Wilayah Makassar.
Adapun Kur mikro yang diserahkan adalah KUR Mikro Rp10 Juta, Rp20 Juta dan Rp25 Juta dan KUR Ritel Rp500 Juta. Usai acara, dilanjutkan dengan peninjauan di dua lokasi usaha masyarakat dibidang mebeulair di Kelurahan Mannongkoki, Kecamatan Polongbangkeng Utara. (tom-ril/c)