JENEPONTO, BKM — Bupati Jeneponto Iksan Iskandar mengisyaratkan kenaikan insetif Imam Masjid pada tahun 2016 mendatang. Isyarat itu disampaikan Iksan saat membuka kegiatan pembinaan Imam Masjid, sekaligus penyerahan simbolis insetif Imam Masjid di ruang pola kantor bupati, Rabu (16/12).
Iksan dalam kesempatan itu menilai, tanggngjawab para Imam Masjid sangat besar. Menurut Iksan, peran Imam di tengah masyarakat juga sangat strategis untuk membantu Pemkab Jeneponto menyampaikan sejumlah program ke masyarakat.
“Kami tahu bahwa tunjangannya sedikit sekali. Semoga tahun akan datang 2016 gaji para imam ditambah. Kalau bisa kita juga usul dibuatkan baju seragam. Kita harap usulan ini bisa diterima DPRD. Tapi kalau tidak, nanti saya dan pak wakil berikan baju seragam,” ujarnya.
Iksan juga menyinggung netralitas Imam Masjid di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Dia mengimbau, agar imam tidak terlibat dalam suksesi Pilkades, karena menurutnya, imam adalah panutan umat.
“Imam adalah panutan tidak beleh berwarna dan tidak boleh diwarnai atau makanya tidak boleh berpolitik baik itu di pilkades,caleg,Kepala Daerah dan Presiden harus imam itu netral jelas Bupati jeneponto.
Sementara, Kepala Kesra Setkab Jeneponto, Salamuddin memaparkan, tahun 2015 jumlah Imam Masjid sebanyak 612 orang dari 963 masjid/mosallah yang ada di wilayah Jeneponto. Untuk satu Imam Masjid mendapat insentif Rp500 ribu pertahun atau Rp40 ribu perbulan.
“Kita berharap tunjangan Imam Masjid tahun depan bisa dinaikkan. Nanti kita coba usulkan ke dewan,” ucapnya. (krk-ril/c)