BULUKUMBA, BKM — Kecelakaan lalulintas kembali terjadi di jalan poros Bira, tepatnya di Dusun Tanetang, tidak jauh dari dermaga fery.
Sebuah Toyota Kijang Innova warna hitam nomor polisi DD 444 HL yang dikemudikan Jusran (24), warga Kampung Doajang, Tanah Beru, Kecamatan Bontobahari, terguling beberapa kali. Kejadian ini mengakibatkan mobil hancur.
Menurut Edy Brata, anggota Satlantas Polres Bulukumba yang datang ke TKP, lokasi kejadian tidak jauh dari tempat tabrakan maut mobil Toyota Fortuner yang menewaskan dua orang bersaudara beberapa waktu lalu.
Kasat Lantas Polres Bulukumba Iptu Harina yang dihubungi, Kamis (17/12) menjelaskan, berdasarkan laporan yang dia terima dari anggotanya, peristiwa kecelakaan tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 dinihari.
Kijang Innova yang dikemudian Jusran melaju dari arah obyek wisata Bira dengan kecepatan tinggi. Setelah melewati tanjakan dari arah pelabuhan, diduga kuat sopirnya mengantuk sehingga tidak bisa mengendalikan kemudi. Apalagi saat itu jam sudah menunjukkan pukul 02.00 dinihari.
Menurut Harina, peristiwa yang menewaskan Jusran murni kecelakaan tunggal. Menurut laporan yang dia terima, mobil Innova nahas itu nyaris jatuh ke jurang. Kondisi mobil hampir seluruh bagian depannya hancur. Bahkan bagian atap depan rapat dengan bodi, sehingga sopir sulit diselamatkan.
“Kondisi tubuh korban remuk. Hampir seluruh tubuhnya luka,’’ ujar Harina.
Sumber di Tanah Beru menyebutkan, korban merupakan anak tunggal dari pasangan H Amran dengan Hj Juho. Selama ini, menurut tetangganya, korban dikenal baik dan baru beberapa bulan ada di Bontobahari.
Menurut Edy Brata, anggota Satlantas yang kebetulan masih keluarga dengan korban, dia bersama warga di TKP berhasil mengeluarkan jasad korban dari mobil sekitar pukul 06.00 pagi. Itupun setelah ada bantuan mobil bus dari Selayar.
Kondisi mobil yang remuk saat kejadian, atap bagian depannnya rapat dengan kursi mobil bagian sopir, menyulitkan upaya mengevakuasi korban.
Saat dikeluarkan dari mobil, orang tua korban nyaris pingsan melihat anak tunggalnya tewas mengenaskan. “Saya juga kaget setelah tahu kalau korban adalah Jusran. Sebab pada saat kejadian kondisi di TKP gelap. Jadi nanti pagi baru saya tahu kalau korban adalah keluarga saya,’’ jelas Edy Brata. (edy/rus/b)