Rasa cemas serta gundah mulai menghantui warga yang bermukim di Blok 10, Perumnas Antang Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala. Wilayah ini menjadi langganan banjir setiap musim penghujan tiba. Kontur wilayah yang rendah, memaksa warga setiap tahun harus siaga satu mengantisipasi datangnya banjir.
Daeng Tarring (40), salah seorang warga Blok 10 yang ditemui BKM mengaku cemas. Setiap musim hujan tiba, dirinya siap siaga untuk mengungsi. Blok 10 Antang berdekatan dengan saluran pembuangan air di tanggul yang berada di wilayah Je’ne Madingin.
“Kalau hujanmi terus selama sepekan, maka sudah pastimi banjir. Siap-siap maki sedeng mengungsi. Tinggi air mencapai satu sampai dua meter. Seperti tahun lalu, warga memilih mengungsi di Masjid Jabal Nur,” kata Daeng Tarring.
Menurut Daeng Tarring, saat musim penghujan tiba, sebagian besar warga mulai tidak konsentrasi bekerja. Mereka fokus memantau dan mengontrol kondisi hujan serta tinggi genangan di wilayah ini.
“Tidak bisamaki beraktivitas Pak kalau genangan air sudah setinggi lutut. Sudah pasti kami siap-siap kemas barang untuk mengungsi kodong ke Masjid Jabal Nur,” ujar Dg.Tarring
Sariwangi (30) warga lainnya mengatakan hal yang sama. Menurut dia, banjir biasanya datang dengan tiba-tiba. Tadinya hanya sebatas tumit, kemudian naik ke lutut dan tak lama kemudian naik setinggi dada orang dewasa.
“Kalau sudah sampai di tumitmi, warga di sini pasti sudah mulai menyelamatkan barang-barang mereka. Seperti lemari, kulkas dan barang lainnya yang mudah mengalami kerusakan. Kami bergegas ke Masjid Jabal Nur yang letaknya berada di tempat ketinggian, mengungsi dan di situlah warga hingga ratusan orang menempati masjid itu,” katanya.
Menurut Sariwangi, warga di Blok 10 sebagian besar berprofesi seperti tukang batu, sopir angkot dan gojek. Warga mulai tak bisa mencari nafkah lantaran mulai dihantui bencana banjir.
“Ada biasa Tim SAR yang datang ke sini. Biasanya kami diberi bantuan makanan siap saji,” kata Sariwangi.
Lain halnya dengan Risma (45),warga Blok 8 Antang. Wanita yang bekerja sebagai PNS ini biasa memilih mengungsi ke rumah keluarganya.
“Kalau saya bersama tetanggaku yang mayoritas PNS, kami masing-masing mengungsi ke rumah keluarga,” katanya.
Warga Bongkar Drainase
Warga Jalan Toa Daeng 5 Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala terpaksa membongkar tutup drainase di Jalan Abdullah Daeng Sirua. Itu dilakukan karena saluran air yang tersumbat di tempat itu menjadi pemicu genangan air yang merendam rumah penduduk, Kamis (17/12).
Beberapa titik rawan banjir di Kelurahan Batua, ada di Jalan Inspeksi PAM, Jalan Swadaya Komplek Alla Alla, Jalan Toa Daeng 3, Jalan Bontobila, Jalan Batua Raya, dan Inspeksi Kanal Batua.
“Sudah got diperluas, selalu dibersihkan tapi tetap saja banjir. Pemerintah bikin got besar tapi dangkal, belum lagi tidak ada tembusannya, bikin air terputar saja tidak ada pembuangannya. (ish-jun/cha/b)
