Site icon Berita Kota Makassar

Gubernur Genjot Ekonomi Maritim dan Kehutanan

MAKASSAR, BKM –? Tahun 2915, Pemerintah Provinsi Sulsel mengklaim sukses meningkatkan perekonomian melalui sektor pertanian.
Mulai dari produksi beras, kopi, coklat atau produk pertanian lain seperti bawang, mampu membuat perekonomian di Sulsel berkembang. Bahkan Sulsel sudah sangat dikenal sebagai lumbung padi secara nasional.
Tahun 2016 mendatang, sejumlah strategi disiapkan untuk tetap menempatkan Sulsel sebagai provinsi teratas dengan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata.
Salah satu yang akan digenjot tahun depan adalah sektor kemaritiman.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengaku sejauh ini, sektor maritim belum tergarap secara maksimal. Dengan banyaknya pulau dan perairan yang memiliki sumber daya laut, Sulsel masih jauh tertinggal dari daerah lain yang sama-sama memiliki kekayaan laut.
Melihat hal ini, Syahrul akan mencoba meningkatkan pendapatan masyarakat di pesisir agar mampu menjadi pondasi perekonomian Sulsel.
Dia melihat penangkapan ikan dan pengembangan pemberdayaan tambak saat ini masih kurang dimaksimalkan.
“Ini yang ingin kita coba bangun?. Tapi yang lain (pertanian) juga tetap fokus,” ujar Syahrul, saat bincang-bincang santai dengan wartawan di Kantin Pemprov Sulsel akhir pekan lalu.
Selain meningkatkan sektor maritim, Sulsel juga akan fokus dalam pengembangan sektor kehutanan.
Orang nomor satu di Sulsel itu menekankan, mempunyai daerah yang sangat luas, tapi lahan tersebut masih menjadi lahan hutan tidur, padahal kawasan hutan ini masih bisa digunakan sebagai lahan produksi.
Pengembangan lahan hutan, lanjut Syahrul, memang bukan tanpa hambatan. Pasalnya? banyak kawasan hutan yang penggunaannya harus mendapatkan ijin dari pemerintah pusat. Kebijakan pusat menjadi kunci karena ditakutkan pemerintah daerah terlalu mudah memberikan ijin kepada masyarakat maupun pihak swasta yang justru menimbulkan kerusakan.
Kendati demikian, pemberdayaan kawasan hutan di Sulsel tetap harus dicoba?. Tapi hal ini harus didampingi oleh pihak tertentu seperti perguruan tinggi dan pakar, sehingga lahan bisa digunakan tanpa dirusak.
“Rakyat juga harus ikut menjaga. Pokoknya harus bisa diambil manfaatnya juga hutan ini,” ungkap Syahrul.
Dengan pemanfaatan berbagai sektor selain pertanian, Pemprov Sulsel berharap bisa meningkatkan angka perekonomian Sulsel hingga 8 persen di tahun 2016, dengan angka sekitar 7,68 persen di tahun 2015. Selain meningkatkan angka perekonomian, Pemprov Sulsel berupaya menambah pendapatan perkapita masyarakat Sulsel mencapai 50 juta di tahun 2017. Dengan pendapatan perkapita sekitar 35,59 juta tahun 2015. “Kita cobalah. Semaksimal mungkin,” papar Syahrul. (rhm/war/c)

Exit mobile version