Site icon Berita Kota Makassar

Gubernur Pidato, PNS Tertawa

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel tidak bisa menyembunyikan kemarahannya. Itu dipicu ulah sejumlah PNS di barisan belakang yang mengikuti agenda penyerahan penghargaan Satyalancana Karya Satya, tertawa saat dirinya sedang berpidato di podium.
“Di belakang ada yang tertawa?” katanya dengan nada suara agak keras.
Dia mengatakan, penghargaan yang didapatkan bukan main-main atau sekadar lucu-lucuan.
“Ini bentuk penghargaan dari negara kepada kalian, kepada keluarga kalian. Ini bukan dari Gubernur, bukan dari Syahrul, tapi dari negara,” tegas Syahrul.
Diapun menegur beberapa PNS di barisan belakang yang tidak menyimak arahan yang disampaikannya.
Dia mengatakan, penghargaan yang diberikan kepada para PNS atas pengabdiannya selama 30, 20, dan 10 tahun itu adalah sebuah kebutuhan bagi abdi negara yang benar-benar memiliki niat baik untuk bangsa dan negaranya.
Syahrul menyebut, ada tiga syarat bagi para abdi negara agar bisa terus berprestasi.
Pertama, yang bersangkutan takut pada Allah, karena rasa takut kepada Allah akan membuat orang bekerja dengan moral dan integritas. Kedua, PNS harus memiliki rasa malu kepada diri sendiri. Malu kalau tidak kerja, malu kalau sudah ditunjuk lalu tidak dapat menyelesaikan pekerjaan.
Dan yang terakhir, PNS harus mampu menjaga kepercayaan dari orang banyak.
Pada kesempatan tersebut, Syahrul menyematkan Satyalancana Karya Satya kepada 98 orang PNS dengan masa pengabdian 30 tahun, 196 orang dengan masa pengabdian 20 tahun, dan 106 orang dengan masa pengabdian 10 tahun.
Selain itu, juga diberikan penghargaan kepada 14 orang pegawai berprestasi di lingkup Pemprov Sulsel. Salah satunya adalah Kepala Bagian Protokol Pemprov Sulsel, Amson Padolo. (rhm/war/c)

Exit mobile version