JAKARTA, BKM–Pemilukada serentak 2015 menjadi panggung tersendiri bagi Jaringan Suara Indonesia (JSI). Pasalnya, sejumlah kandidat yang didampingi tampil sebagai pemenang.
Dari 12 pasangan yang didampingi sembilan yang menorehkan kemenangan. Masing-masing empat di Sulsel, yakni Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Kr Kio di Gowa, Andi Idris Syukur-Suardi Saleh di Barru, Indah Putri Indriani-Thahar Rum (Luwu Utara), serta Andi Sukri Sappewali-Tomy Satria (Bulukumba).
Sementara tiga kandidat belum berhasil menorehkan kemenangan, yakni Abd Rahman Assegaf-Kamrussamad (Pangkep), Yusran Amirullah-Sudarsono (Lampung Timur), serta Asnawi Syukur – A Rustam Tamburaka di Konawe Selatan.
“Khusus Rahman-Kamru, serta Yusran-Sudarsono, sebelum pencoblosan, hasil surveinya berada di posisi pertama. Hanya saja, keunggulan duet itu tidak bisa dipertahankan akibat dugaan massifnya politik uang yang dilakukan kubu rivalnya. Meski demikian, selisih dari peraih suara terbanyak, angkanya tergolong tipis,”tulis Wakil Direktur Eksekutif JSI, Popon Lingga Geni melalui rilis yang dikirim ke BKM, Senin (21/12).
Menurut Popon, kemenangan yang diraih tidak lepas dari rekomendasi-rekomendasi yang disarankan mampu dijalankan secara maksimal oleh tim dan relawan, termasuk figur kandidat bisa meyakinkan masyarakat. “Kekuatan figur kandidat juga menjadi penentu, baik mampu memanfaatkan ruang sosialisasi lebih intens, maupun mampu menjalankan rekomendasi-rekomendasi berdasar riset,” kata Popon di Jakarta.
Direktur Pemenangan dan Operasional JSI, Irfan Jaya menambahkan, pilkada serentak kali ini menjadi pelajaran tersendiri untuk terus melakukan kajian dan evaluasi tentang kerja-kerja pemenangan yang efektif dan efisien, termasuk soal antisipasi serangan fajar. “Tentu saja banyak tuntutan untuk mengevaluasi dan menyesuaikan konsep pendampingan dengan regulasi di pilkada serentak. JSI akan terus berbenah soal itu, termasuk sumber daya manusia,” pungkas Irfan. (rif)