Site icon Berita Kota Makassar

Lelang Jabatan di Pemprov Minim Peminat

MAKASSAR, BKM — Proses seleksi terbuka (lelang jabatan) lingkup Pemprov Sulsel terus berproses. Kemarin, Senin (21/12) batas waktu terakhir yang diberikan panitia seleksi untuk memasukkan berkas.
Antusiasme pejabat eselon III untuk mengikuti seleksi ini terlihat minim peminat. Pasalnya, dari delapan posisi yang ditawarkan Pemprov Sulsel untuk diisi, hanya puluhan saja yang mendaftar. Padahal pemprov memberi waktu cukup panjang, yakni 7-21 Desember.
Data dari Bidang Mutasi Kepala Sub Bidang Mutasi Jabatan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulawesi Selatan, Taufik Akbar hingga pukul 11.00 wita, pejabat yang menyetor berkas hanya puluhan.
“Namun pendaftar masih akan terus bertambah hingga pendaftaran tutup pukul 16.00 wita,” ungkapnya di ruang rapat BKD tempat peserta seleksi menyetor berkas.
Data sementara, ada satu jabatan yang hanya diikuti satu peserta, yakni posisi Kepala Biro Humas dan Protokol. Pendaftarnya tak lain adalah pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Protokol saat ini, Denny Irawan.
Untuk posisi Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, lima orang mendaftar diantaranya adalah Andi Hasdullah, Muhammad Anas, Hamka, dan Bachtiar.
Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, 10 orang, diantaranya Arsyad, dan Syamsu Rijal.
Kepala Badan Lintas Kabupaten dan Kota, delapan orang, diantaranya Lutfie Nasir, Andi Arivai, Syamsu Rizal, dan Muh Nurhakim Tangin.
Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian, 13 orang, diantaranya Muh Reza, Nasrun Hamzah, Hamka, Muh Nurhakim Tangin, Andi Edison, dan Andi Mirna.
Kepala Biro Bina Perekonomian, 13 orang diantaranya Fitriani, A Hasbul H, Salim, Muhammad Anas, Hermawaty, Ruslan Ismail, Andi Edison.
Kepala Biro Pemerintahan Umum, sembilan orang, diantaranya A Salam Soba, Lutfie Nasir, Andi Hasdullah, A. Muh Reza, Salim, Ruslan Ismail.
Dan untuk posisi Kepala Sekretariat Korpri, pendaftar 12 orang, diantaranya HA Salam Soba, Andi Rosdiana, Nasrun Hamzah, Hermawaty, Bachtiar.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Muh Tamzil terkesan acuh tak acuh ketika wartawan menanyakan prosesi lelang jabatan.
“Lihat saja di website,” katanya singkat.
Begitu juga ketika ditanya soal jumlah pendaftar, berapa jabatan yang dilelang, Tamzil mengaku belum tahu. Dia hanya menyuruh stafnya untuk membuka website BKD.
Statemen itu mengundang aksi protes wartawan.
“Tidak mungkin kami bikin berita, ditulis narasumber yang berkata adalah website Pak,” kata salah seorang wartawan yang posting di Pemprov Sulsel. (rhm/war/b)

Exit mobile version