MAKASSAR, BKM–Peluang Wakil ketua umum (Waketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar HAM Nurdin Halid (NH) untuk maju di Pilgub 2018 mendatang cukup terbuka.
Selain Partai Golkar di parlemen Sulsel dengan mengontrol 18 dari 85 kursi juga keputusan yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 8 Juli 2015 lalu yang menyatakan mantan narapidana bisa mengikuti Pilkada.
Selain, NH politisi golkar yang berpeluang mengendarai partai berlambang pohon beringin rindang jelang Pilgub diantaranya Erwin Aksa, Ichsan Yasin Limpo, HM Roem dan Agus Arifin Nu’mang.
Dosen politik Unismuh Makassar Arqam Azikin mengemukakan dengan keputusan MK tersebut, maka peluang semua orang dapat maju di Pilgub, termasuk NH yang semakin terbuka. “Karena Pilgub mencakup 24 kabupaten kota, maka komposisi persaingan akan ketat juga, apalagi bila tokoh-tokoh partai dan non partai akan maju meramaikan,”ujarnya.
Hanya saja Arqam mengingatkan bila Pilgub mendatang tentu akan berbeda dengan pilgub lima tahun lalu, karena persentase partai pengusung naik dari 15 persen menjadi 20 persen. “Itu juga yang membuat jumlah paslon akan berkurang,”pungkasnya.
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Faisal Amir mengemukakan bila di Pilgub nanti, golkar dapat mengajukan pasangan calon meski tanpa koalisi. “Iya karena untuk mengusung pasangan calon, maka parpol minimal mendapat dukungan 17 anggota dewan di DPRD Sulsel,”ujar Faisal. Adapun golkar hasil Pileg 9 April 2014 lalu meraih 18 dari 85 kursi di DPRD Sulsel.
Diluar golkar, tokoh lain yang dianggap memiliki dukungan rill di masyarakat seperti Prof Nurdin Abdullah, Abd Aziz Qahhar Mudzakkar, Ketua DPW Nasdem Luthfi A Mutti, Ketua DPD Gerindra La Tinro La Tunrung seta politisi Demokrat Andi Gerhan Lantara. (rif)