MAMUJU, BKM — Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Yuddy Chrisnandi akan ikut mendukung penuh pengembangan pembangunan Perguruan Tinggi di wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Pernyataan tersebut dilontarkan Yuddy saat melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Mamuju ibukota Provinsi Sulbar, Jumat (18/12) pagi.
Kedatangan Menpan RB, Yuddy Chrisnandi dan rombongan ke Mamuju ini disambut Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, Wakil Gubernur Sulbar, Aladin S Mengga, karateker Sekretaris Provinsi Sulbar, Jamil Barambangi, karateker Sekretaris Kabupaten Mamuju, Daud Yahya serta beberapa pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya.
Menteri Yuddi menilai, wilayah Sulbar terus bergerak dalam pembangunan khususnya dibidang pendidikan. ”Setiap provinsi harus memiliki perguruan tinggi umum dan Islam karena mayoritas masyarakat muslim. Selama ini, pak Anwar sudah memperjuangkan pendirian Universitas Negeri Sulawesi Barat (Unsulbar). Ini langkah maju yang patut diberikan apresiasi,” katanya.
Saat ini, lanjut Yuddy, gubernur Sulbar telah meminta izin kepada pemerintah pusat untuk mendirikan perguruan tinggi negeri (PTN) Islam. Pertimbangannya, ada sebuah historis di Sulbar ini merupakan cikal bakal pendidikan Islam. ”Saya selaku salah satu menteri memberikan persetujuan atau rekomendasi terhadap pendirian ini. Kita menindaklanjuti perkembangan untuk pembentukan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri di Sulbar,” terang Yuddy.
Karena itu, dengan membentuk satu perguruan tinggi negeri Islam di Kabupaten Mamuju, maka langkah selanjutnya ialah melakukan percepatan proses pengembangan di sektor pendidikan ini. ”Mudah-mudahan sudah bisa terlaksana diakhir Desember atau sekurang-kurangnya di awal Januari ini, pemerintah pusat bisa memberikan dukungan sepenuhnya mendirikan sekolah tinggi ilmu agama Islam,” katanya.
Usai melaksanakan pertemuan di kantor gubernur, rombongan Menpan RB juga mengunjungi kantor Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP), kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Provinsi Sulawesi Barat, dan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mamuju, serta kantor-kantor layanan publik lainnya.
Yuddy Chrisnandi mengaku puas melihat petugas pelayanan publik yang semakin membaik dan terus meningkatkan sistem pelayanan baik menata SDM dan petugasnya untuk lebih profesional. ”Saya yakin itu bisa dilakukan karena Mamuju adalah ibukota Provinsi Sulawesi Barat harus menjadi rol mode untuk lima kabupaten lainnya. Jika Mamuju baik maka yang lain akan mencontoh,” ucap Yuddy. (*mir)