MAKASSAR, BKM — Kebakaran hebat menghanguskan 43 rumah di kompleks TNI Barabaraya, RT3/RW5 Kelurahan Barabaraya, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Minggu (27/12) sore. Akibat kebakaran ini, 400 jiwa lebih kehilangan tempat tinggal.
Hingga malam tadi, ratusan korban kebakaran ini masih mengatur harta benda yang mereka berhasil selamatkan. Beberapa aparat kepolisian dan anggota TNI melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Berdasarkan informasi yang diperoleh BKM dilokasi kebakaran, api mulai menjalar dan membakar rumah warga sekitar pukul 15.15 Wita. Api baru berhasil dipadamkan selama dua jam setelah 16 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) turun ke lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Namun, menurut informasi yang diperoleh dari warga, api diduga berasal dari hubungan singkat arus listrik di salah satu rumah di kompleks tersebut.
Babinsa Koramil Barabaraya Timur, Sersan Dua Abd Galib Simatupang yang ditemui saat melakukan pengamanan di lokasi mengatakan jika saat ini ia tengah membantu warga memindahkan barang-barangnya. Termasuk mencarikan tempat penampungan sementara bagi korban kebakaran.
“Tidak ada korban jiwa. Soal penyebabnya, kita belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran ini,” ujar Galib, Minggu (27/12).
Galib enggan berspekulasi soal penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Dia berdalih pihaknya bersama aparat terkait akan menyelidiki apa penyebab terjadinya kebakaran tersebut.
“Untuk sementara warga yang terkena kebakaran akan kita bangunkan posko, untuk ditempati sementara waktu,” terangnya.
Galib mengungkapkan, kebakaran ini menghanguskan barak di Blok B,C dan D dengan jumlah rumah sekitar 43 unit yang ditempati 80 lebih Kepala Keluarga (KK).
Sementara itu, salah seorang warga yang ditemui BKM, Jufri mengaku jika api berasal dari hubungan singkat arus listrik.
“Saya sempat lihat ada percikan api dari kabel listrik Pak. Tapi saya tidak tahu kalau terjadi kebakaran karena saya sedang berada dalam rumah,” ungkapnya.
Dia juga menjelaskan bahwa dirinya baru mengetahui terjadi kebakaran setelah beberapa warga yang berlarian keluar rumah sambil berteriak ada kebakaran.
Jufri berharap agar pemerintah bisa memberikan bantuannya kepada warga yang terkena kebakaran. “Saya berharap ada uluran tangan dari pemerintah,” ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Syahruddin yang dikonfirmasi malam tadi mengaku belum tahu berapa jumlah korban kebakaran di Barabaraya. Ia mengaku masih berada di lokasi untuk mendata jumlah korban dan penyebab kebakaran.
“Kami masih mendata dan belum bisa memastikan berapa jumlah korban,” katanya.
Camat Makassar, M Thahir saat dimintai keterangan mengatakan, jika jumlah rumah yang hangus akibat kebakaran jumlahnya sebanyak 43 unit. Rumah ini dihuni 83 KK.
“Saat ini seluruh korban sudah dibuatkan tenda darurat bagi yang memilih tetap di lokasi. Tapi ada juga yang mengungsi di rumah keluarga dan tetangga,” kata Thahir.
Untuk dapur umum, Thahir menjelaskan, relawan sudah membangun tiga lokasi dapur umum. “Pemkot juga telah menyiapkan bantuan berupa makanan, pakaian bekas, selimut dan beberapa keperluan lain korban kebakaran,” katanya. (mat-arf/b)
43 Rumah di Perumahan TNI Terbakar

BKM/CHAIRIL MENANGIS - Seorang korban kebakaran di Kompleks TNI Barabaraya, Makassar menangis saat menghubungi keluarganya melalui ponsel di depan rumah yang terbakar, Minggu (27/12)