SOPPENG, BKM — Masih banyaknya masyarakat yang menderita penyakit tuberculosis (TB) dan belum tertangani saat ini, mendorong Community TB Care Aisyiyah untuk terus melakukan upaya menjaring para penderita untuk mendapatkan pelayanan yang optimal.
Dengan langkah tersebut diharapkan para penderita TB akan tertangani dengan cepat dan tepat, sehingga penyebaran penyakit TB dapat dikurangi.
”Gerakan Ketuk Pintu merupakan upaya untuk menjaring penderita TB yang dilakukan Aisyiyah sebagai gerakan perempuan muslim dalam mencerahkan kehidupan bangsa, khususnya melalui penanggulangan TB,” kata Amriana, salah seorang kader Aisyiyah.
Menurut Amriana, programetuk Pintu sudah dilaksanakan pada tiga kecamatan di Kabupaten Soppang. Masing-masing Marioriawa, Donri-donri dan Lalabata.
”Ada beberapa pertimbangan sehingga kecamatan ini dipilih. Antara lain jumlah suspect dan penderita yang ditemukan oleh kader Community TB Care Aisyiyah, dan jumlah kader yang aktif di daerah itu,” jelas Amriana.
Diakui bahwa kegiatan ini cukup efektif untuk menemukan penderita TB. Dari data yang diperoleh, jumlah penderita TB di Kabupaten Soppeng pada tahun 2012 sebanyak 270 orang dan 264 orang di tahun 2013. Penyakit ini menyebabkan 14 orang meninggal dunia pada tahun 2012, dan 7 orang meninggal pada tahun 2013.
Penyakit TB, khususnya TB paru merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui udara. Kebanyakan masyarakat masih mempunyai stigma negatif tentang penyakit ini.
”Mereka menganggap TB sebagai penyakit keturunan, gunan-guna ataupun penyakit orang miskin. Padahal saat ini ada berbagai macam penyakit TB, misalnya TB DM (Diabetes Mellitus) dan TB HIV,” tambah Amriana lagi.
Pemahaman tentang gejala TB pun masih kurang dikenali masyarakat. Gejala utama TB berupa batuk berdahak selama dua minggu atau lebih. Kadang disertai dengan nafsu makan yang berkurang, berat badan menurun, berkeringat di malam hari meski tanpa aktivitas, sesak nafas dan nyeri dada
”Kami berharap dengan adanya kegiatan ketuk pintu yang dilakukan oleh kader-kader Community TB Care Aisyiyah ini, jumlah penderita TB yang ditemukan semakin banyak lagi, sehingga mata rantai penularan TB dapat diputus,” tandasnya. (fir/rus/c)