ENREKANG, BKM — Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mengadakan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Aula Kantor Bupati Enrekang, Senin (28/12). Acara yang dihadiri kepala SMPN, SMAN dan para siswa ini mengusung tema; Membangun Karakter Bangsa Melalui Gemar Membaca dengan Memberdayakan Perpustakaan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong terciptanya masyarakat cerdas melalui upaya menggerakan masyarakat untuk gemar membaca guna mewujudkan masyarakat yang kreatif, inovatif, kompetitif dan berbasis pengetahuan.
Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpusnas RI Muh Syarif Bando, dalam sambutannya mengatakan, pengembangan perpustakaan di Indonesia sesuai amanah Undang-undang Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca dan wahana belajar sepanjang hayat menuju masyarakat Indonesia yang cerdas dan sejahtera.
”Hal ini sejalan dengan agenda revolusi mental yang di canangkan oleh Bapak Presiden,. Diharapkan terjadi perubahan pola pikir menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian sosial budaya, melalui terwujudnya masyarakat yang terinformasi dan berbudaya baca,” kata Syarif Bando.
Menurut Syarif, di era global dewasa ini, masyarakat menghadapi tantangan yang semakin berat. Di tahun 2015 ini untuk kawasan ASEAN dikenal dengan istilah AEC (Asean Economic Community), dan tahun 2020 diperluas ke kawasan APEC (Asia Pacific Economic Community).
Dalam era ini, lanjut Syarif Bando, setiap negara, bangsa dan atau masyarakat dituntut hidup lebih cerdas, lebih kreatif dan inovatif serta lebih produktif dan kompetitif terhadap bangsa atau negara lain.
“Pada intinya diharapkan masyarakat akan lebih meningkatkan pengetahuan menjadi masyarkat yang berbasis pengetahuan untuk menghadapi tantangan yang semakin berat ke depan,” kata adik kandung Bupati Enrekang ini.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Enrekang H Muslimin Bando mengatakan, rendahnya minat baca dapat mempengaruhi kualitas SDM, terutama dalam bidang pekerjaan. Banyak warga Enrekang dalam usia produktif, menganggur karena kurang kompoeen dan kurang kreatif, sehingga kesulitan mendapatkan dan menciptakan lapangan kerja.
“Melalui safari gerakan nasional gemar membaca ini diperoleh solusi cerdas untuk menumbuhkan kontinuitas minat baca masyarakat Enrekang. Tidak ada kata terlambat untuk membaca,” tandasnya.
Prof Anwar Arifin yang menjadi narasumber dalam acara ini, mengatakan bahwa membaca sangat penting. Selain menambah wawasan, juga bisa memperbaiki kesehatan manusia (obat awet muda).
“Salah satu obat awet muda itu membaca. Kenapa saya masih sehat seperti sekarang? Karena saya rajin membaca,” kata Anwar. (her/rus/c)