JENEPONTO, BKM — Ribuan orang tumpah saat jenazah Andi Ikbal Iskandar Karaeng Bulu diantar ke kompleks pemakaman keluarga di Kampung Tolo Kota, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Selasa (29/12).
Kepergiaan suami dari Legislator Hanura DPRD Kota Makassar, Shinta Mashita Maulina itu meninggalkan kesedihan mendalam dari keluarga, khususnya sang kakak yang tak lain Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar.
Iksan tak kuasa menahan air mata, tatkala jenazah sang adik diturunkan di liang lahat berdampingan dengan makam kedua orang tuanya, (Alm) Kombes Anumerta Ishak Iskandar Karaeng Tummpu serta (Alm) ibunya Sitti Maryam Karaeng Sanga.
Iksan kepada awak media mewakili keluarga menyampaikan keikhlasannya atas insiden yang menimpah adiknya.
“Saya dan keluarga mengikhlaskan kepergian adik kami,” ujar Iksan tersedu-sedu.
Meski demikian, Iksan menyayangkan proses penyelamatan yang dilakukan warga sekitar Danau Tanjung Bunga yang hanya memprioritaskan keselamatan anak almarhum.
“Harusnya adik saya juga ikut diselamatkan, kenapa hanya anakanya (Iccang.red) yang diselamatkan,” ujar Iksan.
Kesedihan juga nampak diraut wajah Mulyadi Mustamu. Wakil Bupati Jeneponto yang juga ponakan dari (alm) Karaeng Bulu ini mengaku mendengar kabar insiden tersebut saat almarhum sudah tiba di Rumah Sakit Haji Makassar.
“Saya tidak bisa tahan kepedihan atas berpulangnya om saya. Almarhum orangnya sangat baik dan familiar. Kami sangat kehilangan,” tutur Mulyadi.
Sekedar diketahui, Andi Ikbal Iskandar meninggal setelah tenggelam di Danau Tanjung Bunga Makassar, Senin (28/12). Almarhum tenggelam setelah insiden tabrakan Jetski yang dikendarai almarhun dan Jetski putranya Irsyad Ahmad Iskandar (17).
Pria kelhiran 18 Desember 1971 ini tenggelam karena tidak melengkapi diri dengan rompi pelampung setelah mencoba menolong anaknya yang jatuh dari jetski. (krk-ril/c)