MAKALE, BKM–Dua bupati terpilih yakni Nicodemus Biringkanae di Tana Toraja dan DR Kalatiku Paembonan di Toraja Utara, menjadi nara sumber pada kegiatan Pertemuan Kekerabatan (Tammuan Mali) di ruang pola kantor Bupati Tana Toraja, Senin (28/12).
Kegiatan Tammuan Mali yang mengambil tema Bergotong Royong Membangun Sangtorayan Dalam Wilayah Kesatuan Republik Indonesia (Sangtiangkaran Pakalebu Pa`inan Umbangun Sangtorayan Lan Lili`na Indonesia), dihadiri sejumlah pejabat lingkup Pemda Tana Toraja.
Nicodemus kesempatan itu menjelaskan bahwa Pemilukada telah usai, tantangan saat ini adalah membangun Tana Toraja yang akan terwujud apabila masyarakat bersatu, “Aparat dan pejabat lainnya tidak usah takut dimutasi. Pasalnya pejabat yang ada dan kalian semuanya adalah aparat yang akan membantu saya melaksanakan tata kelola pemerintahan dan pembangunan,”ujar Nico.
Menurut Nico, pejabat tidak usah takut dengan mutasi, “Bagi yang berprestasi justru menunggu kapan dimutasi, kita semua adalah teman dan keluarga, meskipun di Pilkada kita beda pilihan dan dukungan, namun marilah kita bangun kebersamaan dan komitmen Tana Toraja kedepan harus lebih baik,”jelas Nico.
Menyikapi hal tersebut, Ketua umum Persatuan Masyarakat Toraja Indonesia, Predrik Batong mengemukakan bila dua kabupaten bertetangga merupakan saudara kembar Tana Toraja dan Toraja Utara, sehingga program prioritas kedua kepala daerah mengedepankan sektor pendidikan dan pilot project di tanah air. “Demikian pula pembangunan infrastruktur jalan diutamakan diwilayah terpencil mendukung akses pariwisata,”ujar Batong.
Nico yang juga mantan Kadis Koperasi Sulsel juga akan mengandalkan menjual keindahan alam karena merupakan karunia Tuhan dan komoditi kopi arabika yang sudah dikenal dunia internasional medukung kelanjutan industry pariwisata. “Sehingga bila ingin melihat Tana Toraja lebih baik, kita kompak dan bersatu jaga keindahan kota, melestarikan budaya dan adat istiadat sesuai aslinya, dan tidak kalah menarik Kantibmas aman,”terang Nico (gus/rif/c)