TAKALAR, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar akhirnya membayarkan keterlambatan pembayaran insentif kepada seluruh imam desa dan kelurahan (Imdeskel) serta Pembina Taman Pendidikan Al-quran (TPA).
Pembayaran insentif diberikan kepada 100 Imdeskel serta 400 orang Pembina TPA. Insentif dibayarkan untuk dua triwulan. Adapun anggaran yang digelontorkan untuk membayar insentif mencapai Rp1miliar lebih.
“Memang agak terlambat pembayaranya karena ada perbaikan administrasi. Tapi kita bersyukur karena hak mereka secara keseluruhan telah diterima. Total anggarannya mencapai Rp1 miliar lebih,” papar Kepala Bagian Kesra Pembak Takalar, Asrullah Syam, DM, Selasa (29/12).
Asrullah menjelaskan, peneyrahaan insentif berlangsung di Balla Lompoa dan dihadiri langsung Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin. Bupati dalam arahannya berharap agar pemberian insentif dapat mengurangi beban ekonomi para Imam dan Pembina TPA.
“Jangan dilihat dari nilainya, tetapi yang perlu dipahami adalah adanya persamaan persepsi menjalankan tupoksi masing masing,” kata Bur, sapaan akrab bupati.
Mantan Legislator Sulsel dua periode ini juga berpesan, agar keberadaan Imdeskel menjadi corong dalam pengamanan pergantian tahun.
“Saya juga berharap agar para Imam mengimbau masyarakat kita untuk tidak merayakan pergantian tahun dengan hura-hura, tetapi mengajak masyarakat untuk melaksanakan zikir dan doa, dengan harapan bahwa Tahun memberkahi seluruh usaha yang telah kita perbuat demi kemaslahatan masyarakat,” kunci Bur. (ari-ril/c)