Site icon Berita Kota Makassar

Survei CRC: Warga Belum Puas Kinerja Pemkot

Survei CRC: Warga Belum Puas Kinerja Pemkot

MAKASSAR, BKM — Selama tahun 2015 ini, kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal dinilai belum memberikan rasa puas bagi warga kota ini.

Hal tersebut terungkap setelah Celebes Research Center (CRC) merilis hasil surveinya hingga Juli 2015 pada Refleksi Akhir Tahun Pemkot Makassar di Hotel Sahid Jaya Makassar Jalan Dr Ratulangi, Selasa (29/12).
Direktur CRC, Herman Heizer di acara ini mengatakan, tahun 2015 ini masih ada sejumlah program Pemkot Makassar yang dirasakan masyarakat kurang memuaskan. Seperti soal kemacetan, kebersihan lingkungan atau sampah, geng motor, begal, pelayanan publik, lapangan pekerjaan, keamanan dan ketertiban.
Sementara untuk program pemerintah yang dianggap memberikan kepuasan kepada masyarakat adalah pelayanan kepengurusan dokumentasi kependudukan dan catatan sipil seperti pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Tidak hanya itu, Herman juga memetakan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemkot per kecamatan. Dari hasil survei CRC, ternyata, warga Kecamatan Bontoala mengaku puas atas kinerja Pemkot. Sementara warga Kecamatan Mariso masih menganggap kurang apa yang telah dilakukan Pemkot selama 2015.
“Warga di Mariso paling banyak menilai dan mengaku kurang puas dengan kinerja Pemkot Makassar. Sedangkan di Kecamatan Bontoala kinerja pemerintah oleh masyarakat dirasakan cukup puas,” katanya.
Meski demikian, tambah Herman, pelaksanaan pemerintah di Makassar berjalan positif. Kinerja Pemkot Makassar cukup bersih dibandingkan pemerintahan tahun lalu.
“Kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar dinilai cukup baik. Berbeda dengan kinerja anggota DPRD yang dinilai kurang,” ucapnya.
Dia menambahkan, survei dilakukan untuk mengetahui opini publik terhadap kinerja pemerintah kota pada berbagai masalah sosial kemasyarakatan. Pemerintah kota diharapkan bisa menerima saran serta harapan warga terhadap prioritas utama pemerintah. Pemkot juga harus responsif terhadap aspirasi masyarakat, sehingga semakin dekat kebijakan yang diambil dengan apa yang diharapkan masyarakat. Jika itu dilakukan, katanya, maka kepuasan warga atas kinerja pemerintah semakin positif.
“Penilaian masyarakat atas segala kondisi yang dialami dalam kehidupan sehari-hari menjadi sangat cepat dan meluas karena terbukanya akses media massa,” kata Herman.
Menyikapi hasil survei CRC, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, cermin survei kinerja pemerintah dari pandapat masyarakat selama ini memang harus dipercaya. Ia juga meminta kepada Dirut CRC untuk melakukan survei ulang pada bulan Januari 2016.
“Ke depan pemerintah akan membuat terobosan untuk kemajuan Kota Makassar yang jauh lebih baik. Seperti mengelola tata kota agar permasalahan banjir dan genangan air bisa terselesaikan,” kata Danny.
Dia menambahkan, Pemkot Makassar ke depan akan menghadapi ribuan tantangan. Dan tantangan terbesar adalah pikiran yang instan seperti adanya masyarakat yang tidak pernah menghargai proses, dan hanya menginginkan hasil yang cepat.
“Tantangan yang sulit adalah tantangan menghadapi pikiran instan. Karena banyak masyarakat yang ingin melihat hasil dan tidak menghargai proses,” katanya.
Pada kesempatan itu, beberapa kepala SKPD juga menyampaikan beberapa capaian mereka selama 2015. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie mengaku instansinya telah merekrut tenaga kerja tahun 2015 sebanyak 2.600 orang. Untuk tahun depan, Disnaker masih ingin merekrut tenaga kerja lagi untuk mengurangi angka pengangguran di Makassar.
“Kita masih membicarakan ini, dan kami akan tetap merekrut tenaga kerja tahun depan,” tandasnya. (arf/cha/b)

Exit mobile version