MAKALE, BKM — Wakil Ketua DPRD Tana Toraja, JA Amping Situru mengaku prihatin dengan kinerja lembaga tempatnya mengabdi. Menurut politisi Partai Gerindra ini, kini banyak anggota dewan sudah tidak fokus lagi dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
Makanya, dengan terpilihnya pasangan Nico-Viktor sebagai pemimpin baru di Tana Toraja, harus dijadikan momentum bagi DPRD Tana Toraja untuk memperbaiki kinerjanya dengan memberi perhatian besar terhadap tugas pokoknya sebagai wakil rakyat.
Menurutnya, beberapa tahun terakhir, beberapa anggota dewan malas berkantor dan malas ikut sidang paripurna. Untuk itu, ia berharap Badan Kehormatan Dewan harus memberikan teguran kepada anggota dewan yang malas.
Menurut Amping, apabila anggota dewan melakukan pelanggaran kode etik dan tatib, termasuk sumpah dan janji pasti akan diberi sanksi.
Namun, tidak bertaji dan kurang berfungsinya Badan Kehormatan, sehingga tidak ada sanksi yang diberikan.
Amping mengungkapkan, malasnya anggota dewan bersidang terlihat pada paripurna penetapan Perda dan pembukaan masa sidang ahir tahun 2015 lalu. Dimana, Sekretariat Dewan harus kerja keras menelepon anggota dewan agar datang bersidang karena tidak korum.
“Diperparah lagi karena setelah Pilkada, paslon dukungan koalisi partainya kalah. Padahal seharusnya proses politik hanyalah cara mencapai tujuan, setelah Pilkada kita kembali aktif seperti biasa, bukan terbawa dengan persoalan kalah dan menang,” kata mantan Bupati Tana Toraja ini.
Untuk itu tahun baru 2016, lanjut Amping Situru, banyak pekerjaan rumah bupati dan wakil bupati terpilih. Salah satunya PNS yang terang-terangan melanggar disiplin hendaknya dievaluasi karena merusak citra pemerintahan, sebab banyak yang salah gunakan kewenangannya. (gus/c)