MALILI, BKM — Penyakit Demam Berdarah Denque (DBD) saat ini mulai mewabah di Kabupaten Luwu Timur sejak tiga bulan terakhir. Demam dengue yang juga disebut sebagai “breakbone fever” atau “bonebreak fever” (demam sendi) ini disebabkan dari virus dengue nyamuk menularkan.
Dari data yang diperoleh, tercatat sedikitnya 16 orang pasien kini tengah dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I La Galigo, Wotu karena mengalami demam, nyeri hebat pada bagian tulang, sakit kepala dan kulit kemerahan.
Direktur RSUD I La Galigo di Wotu, Rosmini Pandin yang dikonfirmasi via telepon, Senin (4/1) kemarin, membenarkan kasus tersebut. Menurutnya, pasien penderita DBD mulai masuk sejak November 2015 lalu dan hingga saat ini jumlah pasien penderita dengue sudah mencapai 16 orang.
Dari 11 kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, Kecamatan Burau yang mendominasi pasien penderita dengue ini yakni 7 orang. “Burau yang paling banyak penderita DBD,” ungkap Rosmini.
Rosmini menambahkan, penderita DBD akan mengalami demam kurang dari tujuh hari. Jika penderita sudah tingkat lanjut, kata Rosmini, bisa saja terjadi perdarahan dibawah kulit yang sifatnya spontan.
“Gejalanya tidak khas, sehingga penderita sebaiknya banyak minum air mineral,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Luwu Timur, April mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas untuk turun melakukan penyuluhan, termasuk melakukan langkah pemberantasan saran nyamuk disetiap titik.
“Kita sudah melakukan koordinasi sehingga jika langkah penyuluhan dan pemberantasan sarang nyamuk dilakukan maka langkah terakhir akan dilakukan fogging oleh Dinas Kesehatan,” ungkapnya.
Seperti dilangsir di Wikipedia, terdapat empat jenis virus dengue. Apabila seseorang telah terinfeksi satu jenis virus, biasanya dia menjadi kebal terhadap jenis tersebut seumur hidupnya. Namun, dia hanya akan terlindung dari tiga jenis virus lainnya dalam waktu singkat.
Jika kemudian dia terkena satu dari tiga jenis virus tersebut, dia mungkin akan mengalami masalah yang serius. Belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terkena virus dengue tersebut.
Terdapat beberapa tindakan pencegahan demam dengue. Orang-orang dapat melindungi diri mereka dari nyamuk dan meminimalkan jumlah gigitan nyamuk.
Para ilmuwan juga menganjurkan untuk memperkecil habitat nyamuk dan mengurangi jumlah nyamuk yang ada. Apabila seseorang terkena demam dengue, biasanya dia dapat pulih hanya dengan meminum cukup cairan, selama penyakitnya tersebut masih ringan atau tidak parah.
Jika seseorang mengalami kasus yang lebih parah, dia mungkin memerlukan cairan infus (cairan yang dimasukkan melalui vena, menggunakan jarum dan pipa infus), atau transfusi darah (diberikan darah dari orang lain). (alp/A).