MAKASSAR, BKM–Pemilukada 2017 mendatang yang akan diikuti 13 kabupaten kota masih diikuti delapan kandidat petahana yakni Burhanuddin Baharuddin dari Takalar, Iksan Iskandar dari Jeneponto, Sabirin M Yahya di Sinjai, Andi Baso Fahsar Padjalangi di Bone, Taupan Pawe di Parepare, Muslimin Bando di Enrekang, Judas Amir di Palopo serta Danny Pomanto di Makassar.
Adapun lima daerah lainnya tak memiliki petahana yakni Bantaeng, Sidrap, Wajo, Pinrang dan Luwu
Pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir rata-rata petahana tersebut masih kuat, karna tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerjanya tergolong tinggi diatas 55 persen.
“Saya melihat petahana tersebut cukup bagus dalam melaksanakan tugasnya selaku kepala daerah dan itu terlihat di daerahnya masing-masing, dimana ada kemajuan signifikan,”ujar Suwadi, Senin (4/1).
Apalagi, menurut Suwadi mereka pasti bercermin pada Pemilukada 2015 yang lalu dimana ada tiga petahana tumbang. “Tentu kedelapan petahana tersebut tak ingin mengikuti jejak petahana yang kalah.
Adapun ancaman kedelapan petahan saat ini masih belum terlihat, baru wakil yang berpotensi mengancam jika maju di pilkada,”ujarnya.
Adapun figur-figur lain belum terlihat. Di Takalar petahana Burhanuddin akan ditantang wakilnya natsir Ibrahim dan pesaingnya pada Pemilukada lalu yakni Syamsari Kitta. “Tapi kans Burhanuddin masih lebih besar karena Takalar ada kemajuan,”jelasnya.
Hal berbeda dikemukakan dosen politik Unismuh Makassar, Arqam Azikin bahwa semua peyahan memiliki potensi untuk menang dan kalah. “Tergantung paket calon ditambah kekuatan tim lawan yang dihadapi ke delapan petahana tersebut. Fenomena kekalahan calon petahana di Pilkada 2010 dan Pilkada serentak 2015 perlu menjadi titik pelajaran berharga. “Karena dinamika politik pilkada akan berubah lagi dalam proses sosial dan politik lima tahun berikutnya. Dan calon-calon petahana perlu mencermati bakal calon yang akan mereka hadapi di pilkada 2017 dan 2018. Khusus calon petahana yang akan menghadapi wabup atau wakilnya itu sangat penting untuk ekstra ketat dalam proses pilkada tersebut. (jun/rif/d)
8 Petahana Masih Diunggulkan
