Site icon Berita Kota Makassar

‘Jurus’ SYL Kebut Lima Megaproyek

MAKASSAR, BKM — Lima megaproyek yang pekerjaannya tidak mampu mencapai target di tahun 2015, akan dikebut tahun ini. Masing-masing underpass simpang lima bandara, midle ring road, bypas Mamminasata, elevated road atau highway di poros Camba serta pelebaran jalan Maros-Watampone.
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, mengakui jika progres proyek infrastruktur tersebut di tahun 2015 tidak sesuai harapan. Namun, dia menegaskan bahwa target dasar tetap terpenuhi karena proyek-proyek tersebut dikerjakan secara multiyears.
“Semua tetap berjalan meski ada yang tidak sesuai harapan,” ujarnya.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengkritisi sejumlah pekerjaan yang berjalan lamban, padahal sudah dikerjakan kontraktor nasional. “Masa’ ada kontraktor besar yang alat beratnya cuma satu. Itupun sudah tua. Sementara pekerjaan yang ditangani cukup besar,” cetusnya.
Agar proyek tersebut bisa dikebut pengerjaannya, Syahrul sudah menerapkan ‘jurus’ jitu. Dia mengeluarkan kebijakan, proses tender proyek-proyek infrastruktur sudah bisa dilaksanakan Januari tahun 2016.
Selain itu, dia berjanji akan lebih tegas dan keras lagi mengawasi proyek-proyek multiyears tersebut. “Saya akan tangani lebih keras. Marah-marah gubernur untuk mendorong pengerjaan lebih cepat,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Satuan Kerja Jalan Metropolitan BBPJN VI Makassar, Rahman Djamil berjanji akan lebih maksimal bekerja tahun ini. Dia mengklaim sejumlah persiapan telah dilakukan.
Untuk pengerjaan midlle ring road dan bypass Mamminasata, sudah dilakukan penandatanganan kontrak sejak 20 Desember 2015 dan akan berjalan hingga 2018 mendatang.
Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi dalam pengerjaan midlle ring road adalah persoalan pembebasan lahan yang saat ini ditangani Pemkot Makassar.
Sementara untuk bypass Mamminasata, Rahman mengatakan juga sementara proses pembebasan lahan dari Pemprov Sulsel.
Disebutkan, hingga Rabu (30/12/2015), sebanyak Rp30 miliar uang ganti rugi telah dibayarkan. Total keseluruhan anggaran yang disiapkan mencapai Rp74 miliar untuk 200 lebih bidang tanah. Dia mengaku belum bisa melakukan pekerjaan jika pembebasan lahan tidak diselesaikan.
Untuk pengerjaan underpass Simpang Lima Mandai, kata Rahman, memang mengalami kemunduran disebabkan pengerjaan mainroad yang lamban. Pemicunya adalah sejumlah faktor non teknis. Termasuk pemindahan kabel PLN dan PDAM.
Namun dia optimistis jika awal Januari, pekerjaan mainroad sudah bisa dirampungkan.
Sementara untuk pengerjaan elevated road atau jembatan layang di poros Camba, Kabupaten Maros, saat ini sementara melalui tahapan penandatanganan kontrak. Awal tahun ini sudah bisa dikerjakan.
Untuk proyek bypass Mamminasata, pusat mengucurkan anggaran sebesar Rp60 miliar tahun 2016 ini. Sementara proyek middle ring road, tahun ini mendapat kucuran anggaran Rp40 miliar.
Pembangunan elevated road segmen I Maros-Bone, panjang total yang akan dibangun sepanjang 1,475 km dengan total anggaran Rp169,745 miliar, dikerjakan secara multiyears. Tahun 2015 disiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar, 2016 Rp60 miliar, dan 2017 sebesar Rp79,74 miliar.
Lalu bagaimana dengan proyek infrastruktur di Makassar? Wali Kota Makassar Mohammad Romdhan Pomanto malah mempertanyakan kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar dan Dinas Perumahan Kota Makassar. Sebab ada sejumlah proyek di tahun 2015 yang hingga awal tahun 2016 belum juga kelar.
Wali Kota yang akrab disapa Danny ini mengaku tidak tahu apa yang menjadi penyebab sehingga pekerjaan proyek tersebut molor dari jadwal.
“Saya juga tidak tahu apa masalahnya. Kenapa masih ada proyek di tahun 2015 yang belum selesai. Apakah memang terlambat tender, atau ada masalah lain. Saya juga belum tahu pasti secara teknis masalahnya,” cetusnya, kemarin.
Kepala Dinas PU Makassar Muh Ansar, tak memungkiri jika ada proyek yang alokasi anggarannya di tahun 2015, belum efektif dimanfaatkan sesuai kontrak kerja yang ada.
“Proyek pembangunan yang kita kerjakan itu semua sudah selesai sesuai kontrak kerja. Salah satu contohnya itu seperti proyek pembagunan Jalan Boulevard,” kelitnya.
Untuk proyek yang kondisinya belum efektif, tambah Ansar, Dinas PU akan mengerjakannya kembali dan melakukan finishing di tahun 2016 ini dengan menggunakan anggaran baru.
“Semua proyek yang kita kerjakan di tahun 2015 sampai disituji memang. Makanya, kita kembali kerjakan beberapa proyek di tahun ini dengan menggunakan anggaran baru,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Perumahan Ngurah Agung membenarkan beberapa proyek yang dikerjakan di tahun 2015, sampai saat ini belum selesai. Seperti pembangunan gedung DPRD Kota Makassar.
“Memang itu kantor dewan DPRD belum selesai sampai saat ini. Itu disebabkan karena pada pertengahan pembangunan dulu sempat putus kontrak. Jadi sampai saat ini pembangunannya terbengkalai. Tapi kita berencana di tahun 2016 ini dilanjutkan kontrak dan memulai tender pembangunan,” terangnya. (rhm-arf/rus/b)

Exit mobile version