BULUKUMBA, BKM — Selama periode kepemimpinan bupati Zainuddin Hasan, Kabupaten Bulukumba beberapa kali meraih penghargaan Adipura, mulai piagam hingga piala adipura. Artinya seharusnya dengan predikat tersebut kota Bulukumba khususnya tidak lagi dijumpai sampah berserakan.
Tapi ironisnya, kota peraih adipura ini, malah di beberapa sudut jalan terlihat sampah masih berserakan, sehingga tidak sedikit masyarakat yang mencibir. Seperti terlihat di poros jalan teratai Bulukumba, terlihat sampah berserakan dan tumpah ke pinggir jalan. Anehnya lagi, karena lokasi tersebut tidak jauh dari kantor Lingkungan Hidup.
Tokoh masyarakat setempat Muh Yahya mengatakan mestinya Bulukumba sebagai kota peraih Adipura, tidak ada lagi sampah yang berserakan, apalagi hingga meluber ke jalanan. Tetapi yang terjadi, di beberapa ruuang dalam kota Bulukumba masih sering dijumpai sampah berserakan.
Bahkan katanya, Senin pagi kemarin, sampah plastic masih terlihat berserakan di pinggir jalan Sudirman, yang merupakan jalan utama kota Bulukumba. “ Saya melihat sendiri sampah plastic bekas tempat air minum gelas berserakan di di sekitar toko Radiasi jalan Sudirman. Bagaimana dengan poros jalan lainnya.
Untuk itu kami berharap bupati Bulukumba tidak usah mengejar adipura, tetapi bagaimana mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi sampah,’’ harap Yahya.
Mungkin karena hari libur sehingga sampah belum diangkut ?, spontan Yahya mengatakan, persoalan sampah, sebenarnya tidak mengenal hari libur atau tidak, sepanjang pemerintah betu;-betul menseriusi masalah sampah.
“Kan tidak elok, kalau kota peraih adipura masih ditemukan sampah bersersakan di pinggir jalan, belum lagi kotoran ternak yang mewarnai sejumlah jalan dalam kota Bulukumba. Semua ini perlu penanganan yang baik dengan tetap melibatkan masyarakat,’’ujarnya.
Yahya menambahkan persoalan sampah ini, tidak perlu ada saling menyalahkan, yang terpenting bagaimana pemerintah bisa mengajak masyarakatnya untuk bersama-sama menciptakan suasana bersih dan teduh. “ Jujur saja, saya bangga melihat kota Bantaeng, setiap saya melintas di kota Bantaeng, saya belum perrnah menemukan ada sampah berserakan, bahkan petugas kebersihan tetap bekerja meski hari libur,’’katanya lagi.
Sementara itu Tomy Satria Yulianto, wakil bupati terpilih dalam akun facebooknya ditulis, SKPD di Bulukumba tidak perlu saling lempar tanggung jawab, atau SKPD tertentu yang hanya ingin mengambil peran yang enak-enak saja.
“Mari buktikan bahwa Bulukumba memang layak mendapatkan adipura dan berbeda dengan Bantaeng sebagai kabupaten yang cukup bersihm, tetapi belum mencicipi penghargaan ini,’’tulis Tomy yang mengaploud kota Bantaeng yang bersih dan terlihat seorang ibu tetap bekerja membersihkan kota meski hari libur. (edy/C)