Site icon Berita Kota Makassar

Maret, Wajah Nusantara Berubah

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar ternyata serius merubah wajah Jalan Nusantara, Makassar. Jalan Nusantara yang dikenal dengan kawasan hiburan malam dan prostitusi akan diubah menjadi kawasan kuliner.

Rencananya, kawasan yang berhadapan dengan Pelabuhan Soekarno Hatta itu akan resmi berubah sebagai kawasan kuliner, Maret mendatang.
Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh membenarkan rencana perubahan tersebut.
Menurutnya, sudah setahun lebih Pemkot Makassar mewacanakan perubahan fungsi dari Jalan Nusantara dari lokasi hiburan malam menjadi kawasan kuliner.”Dalam waktu dekat, Pemkot akan menentukan lima titik lokasi kuliner. Segala sarana dan prasarananya akan dikerjakan Maret mendatang. Apalagi, Pak Wali sudah turun langsung di Jalan Nusantara,” ujar Ibe sapaan akrabnya, Selasa (5/1).
Selain pusat kuliner, ujar Ibe, di Jalan Nusantara juga dilengkapi pedestrian yang membuat orang nyaman untuk melintasi sepanjang Nusantara meski berjalan kaki. Sedangkan keberadaan kios-kios tetap di jalan tersebut, hanya saja akan disatukan dengan lokasi kuliner.”Kios-kios tetapji dibuka dan dikasih gabung sama tempat kuliner itu,” tukasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto membenarkan rencana perubahan kawasan itu. Menurut Danny, kawasan hiburan itu akan disulap menjadi kawasan kuliner seperti di negara Perancis.
“Di Jalan Nusantara akan ada ruang terbuka hijaunya, dan masyarakat nanti bisa ngopi santai disitu. Berbagai jenis kuliner akan dijajakan,” kata Danny.
Sementara itu, Ketua AUHM, Zulkarnain Ali Naru yang dikonfirmasi mengatakan, ide itu sudah lama dilontarkan. Ia juga mengaku mendukung penuh program Pemerintah Kota Makassar yang akan menggabungkan tempat hiburan seperti karaoke, pub ataupun club dengan tempat kuliner di Jalan Nusantara.
Bahkan, tambahnya, sebagai bentuk dukungan dan atas kesepakatan bersama, dalam waktu dekat, AUHM akan membongkar boks atau papan nama yang berlabel iklan bir di depan kios-kios.
“Kami dari AUHM mendukung penuh program Wali Kota Makassar untuk menggabungkan tempat kuliner dengan tempat hiburan. Kami juga menunggu surat rekomendasi dari Pak Wali untuk menurunkan iklan boks yang bergambar bir,” katanya.
Zul sapaan akrabnya juga berharap, Pemerintah Kota dapat menertibkan pedagang kaki lima (PK5) yang berjualan di sepanjang Jalan Nusantara. Karena menurut Zul, pekerja seks komersial (PSK) banyak menggunakan tempat jualan PK5 untuk mencari pria hidung belang.”Saya berharap jangan ada lagi aktifitas PK5 di sepanjang Jalan Nusantara,” katanya.
Menyikapi rencana Pemkot menjadikan Jalan Nusantara menjadi pusat kuliner ditanggapi positif anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Bahkan dewan menyetujui usulan wali kota untuk merubah image dari tempat prostitusi menjadi icon kuliner.
Anggota Komisi A DPRD Makassar, Abdi Asmara mengatakan, Pemkot Makassar juga perlu merubah nama Jalan Nusantara mengikuti perubahan fungsi tersebut. Apalagi, berbagai desakan dari masyarakat masuk ke dewan untuk merubah nama Jalan Nusantara.
“Desakan untuk merubah beberapa nama jalan, sudah datang dari sejumlah warga. Termasuk mengganti nama Jalan Nusantara. Kita tinggal menunggu sikap dari Pemkot,” ujarnya di Gedung DPRD Makassar, kemarin.
Terpisah, anggota Komisi A DPRD Makassar, Rudianto Lallo juga mengusulkan pergantian nama jalan bukan hanya Jalan Nusantara tetapi nama jalan yang dianggap tidak penting.(arf-ita/b)

Exit mobile version