SEPEDA motor tipe trail kini tidak lagi sekadar kepunyaan para crosser yang berkompetisi pada kancah motocross. Di jalanan, sepeda motor yang identik dengan ground clearance tinggi maupun ban bergerigi tersebut sudah banyak terlihat. Peminatnya, malah kian mewabah, berbanding lurus dengan tren Supermoto yang kian tinggi. Tak terkecuali di Makassar.
Laporan: Yusuf Yunus
SEIRING kian gencarnya pabrikan motor menciptakan motor trail, bermunculan pula banyak komunitas pecintanya. Mereka yang suka tantangan sekaligus memacu adrenalin memilih bergabung di komunitas ini.
Salah satunya adalah Muh Darwis Rapi. Pria yang akrab disapa Dhidin ini mengaku sudah lama menggeluti olahraga yang tergolong ekstrim tersebut. Namun semua itu ditekuninya sekadar untuk menyalurkan hobi.
”Ya, tentu ada risikonya. Namun disanalah tantangan, sekaligus yang memotivasi kita untuk menekuni olahraga ekstrim ini. Karena untuk mengetahui sesuatu, tentu dengan mencobanya,” kata Dhidin yang saat ini bekerja di PDAM Kota Makassar.
Selain itu, mantan Humas PDAM ini mendapatkan banyak teman dengan bergabung di komunitas motor trail serta cross. Apalagi dalam komunitas tergabung banyak orang dengan berbagai latar belakang profesi ataupun kultur.
”Kita juga selalu mengikuti kejuaraan-kejuaraan. Kalau sekadar latihan, biasa melakukan adventure ke dalam hutan melalui jalan yang jarang dilewati kendaraan biasa,” terangnya.
Untuk terjun di olahraga ini, dibutuhkan berbagai persiapan, baik fisik, mental maupun sarana. Selain mendapatkan keringat, juga sekaligus sebagai ajang uji nyali. Apalagi jika rute yang ditempuh berlumpur dan berdebu.
Pengakuan serupa datang dari Azis Bangun. Dia bergabung dengan komunitas motor trail dan cross untuk menyalurkan hobinya.
”Untuk ikut kejuaraan, biar yang muda. Saya juga pernah ikut lomba bersama komunitas,” kata Azis yang akrab disapa Ayah.
Azis yang sehari-harinya bekerja di Dinas Tata Ruang Kota Makassar kerap mengikuti adventure pada rute yang cukup ekstrim. “Itu biasa kalau ada hari libur. Olahraga ini membuat saya banyak teman dan selalu bersemangat,” ujarnya.
Bagaimana dengan biaya yang dikeluarkan untuk menggeluti hobi ini? Baik Dhidin maupun Ayah menyebut tidaklah mahal. Karena lewat komunitas kerap saling membantu.
“Kalau motornya lagi tidak sehat, bisa minta tolong sama teman untuk diperbaiki. Peralatannya juga tidak mahal. Lagian kan tidak tiap hari adventurenya,” kata Ayah.
Bagi anda yang merupakan pengendara motor trail pemula, untuk bisa mengendarainya haruslah terbiasa dengan motor berkopling. Dengan begitu, akan sangat mudah dalam berkendara motor trail ini.
Saat berkendara, haruslah melengkapi dengan pelindung tubuh. Tidak hanya itu, anda juga dituntut untuk mengenal olahraga offroad roda dua.
Sebelum memulai berkendara, alangka baiknya menyiapkan mental dan diri anda. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sangat baik. Kemudian menyiapkan sepeda motor, dan mulailah melakukan pemanasan tubuh sebelum berkendara.
Sedangkan untuk praktik dari motor trail sendiri, harus paham alur polanya terlebih dahulu.Yang pertama adalah posisi tubuh yang baik di atas sepeda motor. Anda harus bisa menguasai atau loyal dalam berkendara. Kenali jenis lintasan yang akan dilewati. Yang paling penting adalah melakukan teknik melewati tanjakan ataupun turunan, bahkan jalan bergelombang dan juga teknik menikung. (ucu/rus/b)
