JENEPONTO BKM — Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar menyerahkan anggaran sebesar Rp300 juta untuk pembayaran insentif ratusan guru ngaji santri TK/TPA se Kabupaten Jeneponto.
Peneyrahaan diberikan kepada 11 perwakilan kecamatan yang didampingi ketua Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Jeneponto di gedung Sipitangarri Bontosunggu, Selasa (5/1).
Tercatat saat ini jumlah guru ngaji sebanyak 3.412 orang dari 247 TPA se Jeneponto. Adapun insentif per bulannya yaknu, Rp90 ribu per orang. Sementaran anggaran Rp300 juta yang diserahkan untuk pembayaran satu semester 2015.
Iksan dalam sambutannya mengaku rindu bertemu dengan para guru mengaji serta pengurus dan anggota BKPRM Jeneponto. Minimnya waktu melakukan tatap muka bersama masyarakat, kata Iksan dikarenakan beberapa alasan.
“Saya rindu sekali dengan guru mengaji, apalagi anggota BKPRMI. Tapi dimaklumi saja kalau kita jarang bertemu karena saya harus bolak balik ke Jakarta untuk mencari bantuan anggaran. Saya sadari kalau DAU Jeneponto hanya Rp700 miliar dan sudah dikeluarkan biaya gaji pegawai Rp400 miliar, sisanya dipakai membangun, itupun maih belum bisa mencover semuanya,” tutur bupati.
Iksan mengatakan, untuk mengatasi kekurangan anggaran, dia mengambil langkah inisiatif dengan melakukan koordinasi ke sejumlah kementerian di Jakarta dengan menggandeng seluruh SKPD yang membutukan tambahan dana pusat.
“Saya tidak malu ke kementrian. Saya panggil kepala dinas untuk bergerilya mencari uang di Jakarta. Alhamdulilah kami mendapat bantuan Rp200 miliar untuk pembangunan jalan masuk ke desa dan Rp100 miliar untuk perbaikan irigasi,” kata Iksan.
Dalam kesempatan itu, Iksan juga menyampaikan kabar gembira dengan adanya program pinjaman lunak bagi usaha kecil masyarakat. Adapun nilai anggaran untuk pinjaman mulai dari Rp10 juta sampai Rp100 juta.
“Pinjaman ini tanpa agunan dan hanya cukup bermodalkan rekomondasi kepala desa/lurah. Kalau ada itu sudah bisamaki ambil uang untuk membangun usaha,” tutup Iksan. (krk-ril/b)