Site icon Berita Kota Makassar

SYL Tegaskan Munas Tak Penting

Arfandi : Munaslub Hanya Akal Akalan Agung Laksono

MAKASSAR, BKM–Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bila Musyawarah Nasional (Munas) atau Munaslub Golkar bukanlah hal yang urgen atau penting.
Namun hal yang terpenting adalah bagaimana agar organisasi sebesar golkar ini kembali dapat berjuang dan mengabdi untuk masyarakat Indonesia. “Munas golkar itu tidaklah penting, namun yang terpenting soal siapa yang pimpin partai ini agar baik untuk rakyat dan orang Sulsel, pada khususnya,”ujar SYL menanggapi wacana Munas atau Munaslub dan adanya pihak yang menginginkan dirinya maju sebagai calon ketua umum DPP golkar.
SYL mempersilahkan semua pihak agar berkaca dan menanyai dulu masyarakatb tentang harapan dan keinginannya. “Kalau soal maju, saya belum berfikir kesana. Tanya dulu orang Sulsel, sebab saya masih ada tugas seperti pengembangan kereta api, bandara dan pelabuhan besar,”jelas SYL usai mengikuti rapat paripurna istimewa DPRD Sulsel, Selasa (5/1).
SYL yang juga Ketua Kosgoro Sulsel ini mengemukakan bila orang Sulsel itu tidak boleh mencari-cari jabatan. “Oleh karena itu, salah kalau saya mau jabatan Ketua umum golkar,”tegasnya.
Sebelumnya,Wakil Ketua golkar Sulsel, HM Roem menegaskan tidak mempersoalkan siapapun pihak yang ingin menjadi penengah kisruh penyelesaikan konflik di internal partai beringin termasuk Wakil
Presiden RI, HM Jusuf Kalla.
Hanya saja Roem meminta agar sang penengah tersebut harus netral atau tidak memiliki kepentingan apapun diantara dua kubu yang berseteru. “Pokoknya kalau Munas atau Munaslub dianggap jalan terbaik untuk mengakhiri konflik golkar kenapa tidak kita lakukan. Hanya saja orang-orang yang ditunjuk menjadi penengah harus betul-betul netral tidak berpihak kubu manapun jika golkar ingin dilihat lebih baik kedepannya,”kata mantan Bupati Sinjai dua periode ini.
Hal berbeda disampaikan Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel, Arfandi Idris yang menuding, usulan Munaslub hanya merupakan akal-akalan kubu Agung Laksono untuk mencari aman.
Padahal menurut dia, Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan mencabut SK
Kemenkumham dan mengesahkan Golkar Kubu ARB atau Golkar hasil munas Bali. “Ini seakan-akan mereka (kubu Agung) mengelabui pemerintah, supaya mengulur-ulur waktu untuk mengeluarkan SK munas Bali. Sudah mi, jangan membuat lagi masalah baru, bikin moko saja partai baru, sudah jelas sekali
sipa pemenangnya,”ujar mantan sekretaris golkar Sulsel ini. (rif)

Exit mobile version