GOWA, BKM — Sakila, bocah berusia 2,5 tahun penderita infeksi paru-paru akut di Kelurahan Mangngalli, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa kini dalam kondisi memprihatinkan.
Putri pasangan Muh Ansar dan Siraidah ini juga menderita kekurangan gizi yang ikut mengganggu pertumbuhannya.
Siraidah, ibu bocah malang tersebut hanya bisa pasrah melihat kondisi anaknya yang terus menerus melemah, bahkan sulit berjalan. Faktor ekonomi menghambat orang tua Sakila untuk mendapat perwatan di rumah sakit.
“Tiga hari setelah dilahirkan dokter yang menangani Sakila sudah memvonis anak kami mengidap penyakit infeksi paru-paru. Dan saat dilahirkan di Puskesmas, tubuh Sakila juga berwarna kuning,” kata Siraidah, Rabu (6/1).
Anak bungsu dari lima bersaudara itu sudah sering kali dibawa untuk berobat ke rumah sakit dan Puskesmas, hanya saja anaknya itu perlu perawatan secara berlanjut dan tidak boleh terputus.
“Saya pernah membawa anak saya berobat ke rumah sakit Syehk Yusuf, Labuang Baji dan Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat di Makassar beberapa waktu lalu, namun tidak ada perubahan, dan pihak rumah sakit malah merujuk anak saya untuk berobat ke RSUD Wahidin Sudirohusodo agar mendapatkan obat yang lebih baik,” katanya.
Namun kendati direkomendasi oleh paramedis agar putrinya itu menjalani perawatan rutin, Siraidah tidak menjalaninya karena terkendala pada biaya pengobatan.
“Saya juga belum memiliki kartu Jamkesda dan kartu sehat lainnya, karena tidak semua obat yang diberikan oleh pihak rumah sakit itu digratiskan, hanya obat tertentu saja. Anak saya harus mendapat obat cair suntik yang harganya Rp500 ribu sekali pakai. Kami tidak punya biaya untuk membeli obat,” ujarnya, sedih.
Selain itu akibat penyakit yang dideritanya, Sakila kerap tiba-tiba rewel merasa gelisah, sesak nafas dan sering batuk. Diagnosa terakhir dokter mengatakan, selain infeksi pada paru-paru, pada bagian kepala Sakila juga ada kelainan.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah dan dermawan yang ingin membantu penyembuhan anak kami ini,” harap Siraidah.
Camat Pallangga, Kamsinah yang dikonfirmasi kemarin mengaku baru mengetahui kalau ada salah satu warganya yang mengalami gizi buruk dan terinfeksi paruparu dan sangat memerlukan bantuan.
“Saya baru tahu kalau ada warga yang sakit dan memerlukan bantuan dan uluran tangan, nanti kita akan segera tinjau dan memberikan bantuan. Nanti juga akan segera diuruskan Kartu Sehat Indonesia-nya (KIS). (sar-ril/b)