MAMUJU, BKM — Pertamina sepertinya tidak siap dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan konsumen pasca dilakukan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk jenis solar dan premium. Terbukti, beberapa saat setelah penurunan harga itu berlaku, stok BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) jadi langka.
Warga kesulitan dalam mendapatkan BBM di sejumlah SPBU yang ada di Mamuju. Sehingga antrean panjang pun terjadi. Di Kota Mamuju, BBM jenis premium sulit ditemukan warga yang membutuhkan. Diduga selain adanya peningkatan pembelian dari masyarakat, juga ditengarai adanya pembelian premium oleh pengecer dalam jumlah cukup banyak dan selanjurnya dijual lagi kepada masyarakat dalam bentuk eceran.
Untuk menghindari antrean panjang dan lama, banyak pengendara terpaksa membeli premium di tempat eceran alias premium botolan. Ironisnya, para penjual premium botolan ini memasang harga tidak rasional. Untuk satu botolnya dijual Rp10 ribu. Sedangkan harga yang berlaku di SPBU pascaterjadinya penurunan Rp6.950 per liter dari harga sebelumnya Rp7.300 per liter.
Kondisi ini tentu mengundang kekecewaan warga yang selama menjadi konsumen premium. Warga pun meminta kepada pemerintah maupun Pertamina untuk turun ke bawah melakukan kontrol. Sehingga tidak menimbulkan keresahan kepada masyarakat. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sulbar, Amri Eka Sakti ST, ketika dikonfirmasi BKM melalui telepon selulernya, Sabtu (9/1), menegaskan, pihaknya telah turun tangan untuk melakukan pemantauan di sejumlah SPBU di wilayah Sulbar, dalam menyikapi persoalan kelangkaan dan masalah di sejumlah SPBU.
Amri mengatakan, pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap permasalahan kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Sulbar. Selain memantau, ia juga melakukan koordinasi dengan pihak pengelola SPBU. Dari hasil koordinasi itu terungkap, kalau penyebab kelangkaan dan antrean panjang, diakibatkan adanya isu yang menyebutkan kalau premium akan sulit didapatkan.
”Sehingga masyarakat merasa ketakutan. Mereka pun berlomba melakuka n antrean ke sejumlah SPBU. Sehingga stok premium di sejumlah SPBU cepat habis. Akibatnya, kelangkaan tak dapat dihindari. Kami sudah melakukan kerjasama dengan seluruh stakeholder terkait yang ada di wilayah Sulbar untuk mengantisipasi kelangkaan itu. Kami menjamin, dalam waktu dekat masalah premium di sejumlah SPBU di wilayah Sulbar akan kembali normal,” tuturnya. (ala/mir/c)
Harga BBM Turun, Stok Langka

ilustrasi